Siaga Karhutla Dinsos Kalsel Siapkan Rumah Aman dan Lumbung Sosial
- 07 Jul 2026 09:25 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kejadian yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga September 2026.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Achmadi, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan Gubernur Kalsel H. Muhidin dengan mendirikan Posko Tanggap Darurat Bidang Sosial sejak Mei 2026. Bertempat di halaman Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalsel.
Menurut Achmadi, berbagai langkah strategis telah disiapkan, mulai dari memperkuat koordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten/kota, memastikan ketersediaan logistik. Hingga mengoptimalkan lumbung sosial di sejumlah kecamatan rawan bencana.
"Logistik sudah kami siapkan di gudang Dinas Sosial maupun lumbung sosial. Jika terjadi karhutla yang berdampak pada kebakaran permukiman, bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Dinsos Kalsel juga menyiapkan safe house atau rumah aman untuk mengantisipasi dampak kabut asap seperti yang pernah terjadi pada 2015 dan 2019. Fasilitas tersebut akan dikelola bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dengan menyediakan ruangan berpendingin, tempat tidur, serta dukungan konsumsi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Achmadi menjelaskan, hasil pemantauan lapangan bersama BPBD Provinsi Kalsel, BPBD Kota Banjarbaru, dan BPBD Kabupaten Banjar menunjukkan sejumlah wilayah mulai mengalami penurunan debit air sekitar satu hingga 1,5 meter. Kondisi lahan gambut di beberapa titik juga mulai mengering dan retak sehingga meningkatkan potensi kebakaran.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, Dinsos Kalsel menyiagakan 33 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), tiga mobil tangki air, tiga mesin pompa pemadam, serta dapur umum lapangan yang dapat digerakkan sewaktu-waktu apabila terjadi bencana.
Tak hanya membantu saat kondisi darurat, Dinsos juga siap mendukung upaya pembasahan lahan gambut bersama BPBD. Takni melalui pemompaan air dari sungai ke area gambut guna menjaga kelembapan tanah dan mencegah api meluas.
"Kami memastikan personel, peralatan, dan logistik dalam kondisi siap. Semua komponen harus bersinergi agar dampak karhutla terhadap masyarakat dapat diminimalkan," kata Achmadi.
Dinsos Kalsel memastikan stok logistik yang tersedia masih mencukupi untuk mendukung penanganan darurat apabila kebakaran hutan dan lahan terjadi di berbagai wilayah di Banua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....