Rapat Evaluasi KLA 2026, Lombok Utara Bidik Predikat KLA Lebih Tinggi

  • 12 Apr 2026 21:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terus mendorong peningkatan kualitas pembangunan berbasis perlindungan anak melalui penguatan inovasi program dan validitas data. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu 8 April 2026.

Rapat dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas KLA. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa inovasi menjadi faktor kunci agar pelaksanaan program KLA tidak berjalan stagnan.

Menurutnya, peningkatan predikat KLA harus diiringi dengan kesiapan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah dan pemangku kepentingan dituntut menghadirkan terobosan baru yang berdampak nyata di lapangan.

“Tanpa inovasi, upaya kita akan berjalan di tempat. Ketika predikat meningkat, tantangan juga ikut bertambah,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas kinerja seluruh anggota gugus tugas yang telah berkontribusi dalam capaian KLA pada tahun sebelumnya. Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat lengah, melainkan menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, Kusmalahadi menyoroti pentingnya kualitas data dalam mendukung penilaian KLA. Ia menyebut data yang akurat dan terukur menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi nasional.

Dalam konteks tersebut, ia mengajak seluruh pihak untuk turut menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Utara.

Menurutnya, data statistik yang dihasilkan tidak hanya berperan dalam perencanaan pembangunan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan nilai evaluasi KLA.

“Sensus ini penting untuk kita dukung bersama, karena data yang dihasilkan akan berdampak pada peningkatan predikat KLA daerah,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa implementasi program di lapangan kerap menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama serta penguatan sinergi antar lembaga.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, sekaligus merumuskan langkah konkret dalam mewujudkan Lombok Utara sebagai Kabupaten Layak Anak yang lebih maju dan berkelanjutan pada tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....