DPRD KLU Desak Pemda Percepat Tender Proyek Jalan 2026
- 31 Mar 2026 08:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara — DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendesak pemerintah daerah segera mempercepat proses tender sejumlah proyek pembangunan tahun anggaran 2026, terutama proyek infrastruktur jalan yang dinilai krusial bagi konektivitas dan perekonomian masyarakat.
Desakan ini disampaikan Wakil Ketua II DPRD KLU, I Made Kariyasa, yang menilai lambannya proses lelang berpotensi mengulang persoalan klasik keterlambatan pekerjaan fisik seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Menurut Kariyasa, pengalaman tahun 2025 harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Saat itu, banyak proyek baru mulai dikerjakan menjelang akhir tahun sehingga waktu pelaksanaan sangat terbatas dan berdampak pada tidak optimalnya hasil pekerjaan.
“Kita tidak ingin kejadian tahun lalu terulang. Waktu itu pekerjaan dimulai di akhir tahun, bahkan di perubahan anggaran kita hanya punya waktu sekitar dua minggu untuk pelaksanaan,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Ia menegaskan, DPRD melalui Komisi III telah lebih awal mengingatkan OPD agar segera menyiapkan seluruh dokumen teknis yang dibutuhkan, seperti Detail Engineering Design (DED) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), sehingga proses tender dapat segera dilakukan.
Dalam rapat kerja bersama OPD mitra Komisi III, DPRD juga telah meminta agar proyek-proyek yang telah disepakati dalam APBD 2026 segera masuk tahap lelang tanpa penundaan.
“Kami sudah ingatkan dalam rapat, pekerjaan yang sudah disetujui dalam APBD harus segera dilelang. Jangan sampai menunggu terlalu lama,” katanya.
Kariyasa menilai percepatan tender menjadi kunci agar proyek-proyek fisik memiliki waktu pelaksanaan yang cukup dan dapat diselesaikan sesuai target. Ia juga menyoroti proyek pembangunan jalan yang tahun lalu tidak rampung tepat waktu akibat keterlambatan proses lelang.
Namun hingga memasuki Februari bahkan awal Maret 2026, DPRD mengaku belum melihat adanya tanda-tanda percepatan tender, khususnya untuk proyek-proyek besar.
“Sampai sekarang kita belum dengar ada proses lelang, terutama untuk pekerjaan jalan. Ini tentu menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Selain berdampak pada capaian pembangunan, keterlambatan tender juga dinilai berpengaruh langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Kariyasa menekankan bahwa proyek pemerintah memiliki efek domino terhadap penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi lokal.
“Kalau proyek pemerintah berjalan, otomatis akan membuka lapangan kerja dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara prinsip seluruh program pembangunan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD. Oleh karena itu, OPD tinggal menyelesaikan tahapan administratif dan teknis, termasuk penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) oleh kepala daerah.
“Semua sudah disepakati. Tinggal bagaimana OPD menyiapkan DED, menunjuk PPK, dan melengkapi dokumen teknis lainnya,” katanya.
Kariyasa juga menyoroti bahwa proyek infrastruktur berskala besar seperti pembangunan jalan seharusnya tidak lagi terkendala pada tahap perencanaan, karena dokumen teknis seperti DED semestinya sudah tersedia sejak awal.
“Kalau pekerjaan besar seperti jalan, tidak perlu proposal lagi. DED harusnya sudah siap sehingga tender bisa langsung dilakukan,” ujarnya.
DPRD pun membuka kemungkinan akan memanggil OPD terkait jika hingga akhir Maret proses tender belum juga dimulai. Langkah tersebut akan dilakukan melalui Komisi III sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya program pembangunan.
“Kalau sampai akhir Maret belum ada lelang, kita akan panggil OPD untuk meminta penjelasan dan memastikan pekerjaan segera dimulai,” tegasnya.
Meski mengakui potensi keterlambatan masih ada, Kariyasa menegaskan pihaknya akan terus mengawal agar seluruh proyek dapat berjalan tepat waktu dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.
Ia berharap paling lambat April atau Mei 2026 seluruh pekerjaan fisik di Lombok Utara, baik melalui mekanisme tender maupun penunjukan langsung, sudah mulai berjalan di lapangan.
“Kita harapkan April atau Mei semua pekerjaan sudah mulai dikerjakan. Jangan sampai kembali menumpuk di akhir tahun,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....