Gema Takbir dan Pawai Lampion 2026 di Loteng Dialihkan dan Diperpendek
- 20 Mar 2026 18:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyiapkan pelaksanaan Lomba Gema Takbir Idul Fitri dan Pawai Lampion 2026 dengan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya digelar di jalur protokol, tahun ini rute kegiatan dialihkan ke jalur tengah Kota Praya sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan Hari Raya Nyepi yang berlangsung berdekatan.
Perubahan rute tersebut menjadi simbol kuat toleransi dan keberagaman di Lombok Tengah, di mana dua momentum besar keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan saling menghormati.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, menegaskan bahwa kebijakan pengalihan rute bukan sekadar pertimbangan teknis, melainkan bentuk komitmen daerah dalam menjaga harmoni sosial antarumat beragama.
“Kami ingin memastikan seluruh kegiatan keagamaan berjalan dengan aman dan penuh khidmat. Karena bertepatan dengan Nyepi, maka rute takbiran dan pawai lampion kita alihkan dari jalur protokol ke jalur tengah Kota Praya sebagai bentuk toleransi dan saling menghargai,” ujarnya Jumat 20 Maret 2026.
Ia menambahkan, Lombok Tengah selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan keberagaman. Oleh karena itu, momentum Idul Fitri harus tetap menjadi ajang mempererat persaudaraan, tidak hanya sesama umat Islam tetapi juga dengan umat beragama lainnya.
“Ini bukan hanya soal rute, tetapi pesan yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat bahwa perbedaan adalah kekuatan. Kita ingin menunjukkan bahwa Lombok Tengah adalah rumah bersama yang damai dan harmonis,” tegasnya.
Sementara itu, pihak panitia menjelaskan bahwa rute Lomba Gema Takbir dan Pawai Lampion tahun ini akan dimulai dari depan Pendopo Bupati Lombok Tengah dan berakhir di depan Pendopo Wakil Bupati Lombok Tengah. Jalur tersebut dipilih karena dinilai lebih kondusif serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang menjalankan ibadah Nyepi.
Selain itu, pengalihan rute juga mempertimbangkan aspek keamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta kenyamanan peserta dan masyarakat yang menyaksikan kegiatan.
Bupati Pathul Bahri juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meriah, tetapi juga membawa pesan damai, memperkuat silaturahmi, dan menjadi contoh nyata toleransi antarumat beragama,” katanya.
Lomba Gema Takbir dan Pawai Lampion sendiri merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat Lombok Tengah dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi ruang kreativitas masyarakat dalam mengekspresikan kegembiraan menyambut hari kemenangan.
Dengan konsep baru tahun ini, diharapkan pelaksanaan takbiran tetap berlangsung semarak tanpa mengurangi kekhusyukan umat lain yang tengah menjalankan ibadah, sekaligus memperkuat citra Lombok Tengah sebagai daerah yang rukun dalam keberagaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....