Safari Ramadan di Lombok Barat, Gubernur NTB Pantau Harga dan Pastikan Pasokan Pang
- 28 Feb 2026 01:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperketat pengawasan harga kebutuhan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah. Langkah tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, ke Pasar Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Rabu 25 Februari 2026.
Dalam agenda Safari Ramadan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, sekaligus berdialog dengan pedagang serta masyarakat. Dari hasil pemantauan, ia mengungkapkan bahwa tekanan inflasi di sejumlah wilayah dipicu oleh kenaikan harga cabai di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.
Menurutnya, perbedaan harga bahkan dapat terjadi dalam satu pasar yang sama. Karena itu, ia telah meminta enumerator agar menggunakan harga terendah sebagai acuan pencatatan guna menghasilkan data yang lebih akurat.
“Inflasi kita naik karena harga cabai meningkat di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Ternyata dalam satu pasar saja bisa ada perbedaan harga. Tadi saya sudah bicara dengan enumerator agar menggunakan harga terendah di pasar sebagai acuan pencatatan,” ujarnya saat meninjau Pasar Gerung.
Secara umum, lanjutnya, harga daging sapi masih berada pada kisaran harga acuan. Sementara harga daging ayam mengalami kenaikan tipis seiring naiknya harga ayam hidup di tingkat pemasok.
“Alhamdulillah harga daging masih sesuai harga acuan. Daging ayam memang mulai naik sedikit karena harga ayam hidupnya naik. Nanti kita minta dilakukan pengecekan ke pemasok bersama pihak terkait agar distribusinya tetap lancar,” tegasnya.
Selain itu, ia memastikan harga minyak goreng, beras, dan bawang masih relatif stabil. Namun, untuk komoditas cabai, lonjakan harga dipengaruhi faktor cuaca dan musim yang berdampak pada gagal panen di sejumlah daerah. Ia menegaskan bahwa cabai tidak termasuk komoditas yang dapat diintervensi langsung seperti beras, minyak, atau gula karena sangat bergantung pada mekanisme pasokan dan permintaan.
Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, terus mengupayakan stabilisasi harga dengan mendorong distributor mengambil pasokan dari luar daerah. Pemprov juga menawarkan fasilitasi subsidi biaya angkut truk dari Jawa ke NTB melalui dukungan Badan Pangan guna menekan harga di tingkat konsumen.
“Kita sudah dorong distributor dari Lombok Tengah dan Lombok Timur untuk ambil pasokan dari luar. Bahkan kita tawarkan fasilitasi biaya angkut truk dari Jawa ke NTB secara gratis melalui dukungan Badan Pangan. Ini untuk menekan harga agar tetap terjangkau masyarakat,” tambahnya.
Sebagai langkah keberpihakan kepada warga, Pemprov NTB turut menggelar pasar murah sembako di sejumlah titik selama Ramadan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika harga dan mengambil langkah cepat serta terukur demi menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat selama bulan suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....