Legislator DKI Ungkap Potensi Defisit Sampah pada Proyek PSEL

  • 29 Mei 2026 10:36 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Terdapat potensi defisit pasokan sampah, pada pembangunan dua fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Sebab, sistem pemilahan sampah dinilai belum optimal.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, usai menghadiri penyusunan Peta Jalan Pengelolaan Sampah. Acara itu digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, di The Westin Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut Wibi, DKI Jakarta baru mampu memasok, sekitar 1.200 ton sampah terpilah per hari untuk kebutuhan PSEL. Sementara itu, masing-masing fasilitas PSEL membutuhkan kapasitas optimal, sebesar 1.000 ton atau berjumlah 2.000 ton per hari.

"Berarti di sini ada kekurangan. Defisit sampah yang dikirim ke PSEL. Sebelum ini PSEL berdiri, harus benar-benar clear risetnya," ujar politisi Partai Nasdem itu.

Teknologi pengolahan sampah modern seperti PSEL, maupun Refuse Derived Fuel (RDF), sangat bergantung pada pasokan sampah anorganik atau sampah kering. Hal itu dapat terwujud, bila pemilahan sampah mandiri berjalan secara maksimal, di tingkat rumah tangga.

Wibi menyayangkan, masyarakat masih abai terhadap Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Kondisi itu berdampak pada implementasi di lapangan.

“Saya juga yakin Pak Gubernur juga pasti akan kaget, kalau melihat presentasi kemampuan selain sampah Jakarta, untuk dikirim ke PSEL. Kita akan mencoba meneliti kembali, dan juga menunggu arahan dari bapak Menteri,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....