Mendikdasmen RI Tinjau MPLS di SMAN 2 Praya
- 16 Jul 2026 15:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMAN 2 Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam kunjungannya, Abdul Mu'ti mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang dinilai berjalan baik dan menghadirkan suasana yang ramah bagi peserta didik baru. Ia melihat para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan didukung keterlibatan aktif pengurus OSIS.
"Saya melihat anak-anak begitu ceria dan gembira. Alhamdulillah kegiatan MPLS Ramah di SMAN 2 Praya berjalan dengan baik, termasuk adanya keterlibatan OSIS dalam pelaksanaannya," ujarnya, Kamis 16 Juli 2026.
Menurut Abdul Mu'ti, MPLS Ramah tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Ia menjelaskan, materi MPLS tahun ini menitikberatkan pada pembentukan karakter siswa, di antaranya pencegahan perundungan, kekerasan di lingkungan sekolah, bahaya judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga penelusuran bakat dan minat peserta didik.
"Anak-anak perlu diberikan wawasan tentang perilaku yang baik, menghindari segala bentuk perundungan dan kekerasan. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai bahaya judi online, narkoba, serta diarahkan untuk mengenali bakat dan minatnya sejak dini," katanya.
Selain meninjau pelaksanaan MPLS, Mendikdasmen juga melihat langsung progres revitalisasi SMAN 2 Praya yang mendapat bantuan pemerintah senilai Rp1,6 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dan rehabilitasi lima ruang kelas serta pembangunan tiga ruang penunjang, yakni ruang UKS, ruang OSIS, dan ruang Bimbingan Konseling (BK).
Abdul Mu'ti menyebut proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu maksimal enam bulan. Ia optimistis pembangunan dapat selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat, karena pencairan anggaran telah mencapai sekitar 75 persen sehingga tidak menghadapi kendala pembiayaan.
"Kami ingin memastikan sekolah menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman sebagaimana arahan Presiden Prabowo. Mudah-mudahan pembangunan ini selesai sesuai target, bahkan bisa lebih cepat," ujarnya.
Secara nasional, pemerintah pada 2026 menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....