Sensus Ekonomi 2026 di Rujab Gubernur, Suhardi Duka Tekankan Akurasi Data

  • 15 Jun 2026 19:49 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat resmi memulai pendataan door-to-door Sensus Ekonomi 2026. Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Barat menjadi salah satu target utama pada hari pertama pendataan yang berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026.

Kedatangan tim petugas sensus disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama keluarga. Proses pendataan berjalan lancar dan interaktif, di mana Gubernur memberikan keterangan secara transparan terkait data keluarga, aset, hingga usaha yang dimiliki.

Seusai menyerahkan data kepada petugas, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengapresiasi keramahan para petugas BPS di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh jawaban yang ia berikan telah disinkronkan dengan laporan resmi negara lainnya.

"Banyak pertanyaan yang saya terima dan harus dijawab dengan jujur. Oleh karena itu, saya jawab semua pertanyaannya dan saya sesuaikan dengan data-data yang saya kirim ke LHKPN dan KPK. Jadi sinkron antara data yang saya berikan dengan data yang saya laporkan di KPK," ujar Suhardi Duka.

Karena berlokasi di rumah jabatan, Suhardi juga menjelaskan bahwa petugas secara detail menanyakan status hunian hingga nilai sewa aset tersebut. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Barat untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 ini.

"Saya kira keterangan seluruh masyarakat yang didatangi oleh petugas sensus, kasihlah keterangan yang benar, jangan ditutup-tutupi. Supaya kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah dengan landasan data Sensus Ekonomi ini bisa lebih baik dan lebih tepat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat dari orang nomor satu di Sulawesi Barat tersebut. Menurutnya, sikap kooperatif Gubernur harus menjadi contoh nyata bagi warga Sulbar.

"Alhamdulillah hari ini, hari pertama pendataan door-to-door, kami sudah melakukan pendataan di kediaman Bapak Gubernur Sulawesi Barat. Bapak sudah memberikan informasi terhadap pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh petugas," kata Suri Handayani.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu atau takut saat menerima kedatangan petugas BPS di rumah masing-masing, karena seluruh data yang dihimpun dijamin keamanannya oleh negara.

"Mohon petugas diterima dan informasikan data-data sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Jangan khawatir, data-data yang diberikan dilindungi oleh undang-undang, jadi aman," tegas Suri Handayani menutup wawancara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....