Kemenhaj Kalbar Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji Tahun 2027

  • 14 Jul 2026 08:52 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Barat menyatakan seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji Kalbar tahun 2026 telah berakhir setelah kedatangan Kloter 18 BTH asal Kalimantan Barat di Pontianak pada 21 Juni 2026.

Kepala Kanwil Kemenhaj Kalbar, Kamaludin, mengatakan kedatangan Kloter 18 menjadi penanda selesainya proses pemulangan jemaah haji Kalbar dari Tanah Suci ke daerah asal.

Menurut Kamaludin, total jemaah haji Kalbar yang kembali ke Tanah Air dari Kloter 14 hingga Kloter 18 berjumlah 1.845 orang. Namun, hingga saat ini masih terdapat satu jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Madinah dan belum dapat dipulangkan karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk terbang.

“Masih ada satu jemaah yang berada di rumah sakit di Madinah dan belum bisa dipulangkan ke Tanah Air karena belum layak terbang akibat kondisi kesehatannya,” kata Kamaludin, Senin, 13 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selama penyelenggaraan ibadah haji 2026 terdapat tiga jemaah asal Kalbar yang meninggal dunia. Masing-masing satu orang meninggal di Makkah, satu orang di Madinah, dan satu orang lainnya meninggal di Debarkasi Batam sebelum kembali ke daerah asal.

Selain itu, Kemenhaj juga menerapkan pengetatan aspek kesehatan bagi calon jemaah haji sejak masa keberangkatan. Tercatat tiga calon jemaah tidak diberangkatkan karena tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan, terdiri atas dua orang di Debarkasi Batam dan satu orang di Asrama Haji Pontianak.

Kamaludin menilai kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi persyaratan kesehatan sehingga dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.

Terkait pelayanan haji tahun 2026 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah, Kamaludin menyebut mayoritas jemaah memberikan penilaian positif. Penilaian tersebut diperoleh melalui masukan dan testimoni yang dihimpun saat proses pemulangan di Debarkasi Batam maupun Asrama Haji Pontianak.

“Secara umum jemaah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, baik dari aspek akomodasi, konsumsi maupun transportasi selama berada di Makkah, Madinah hingga Armuzna,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh jemaah mendapatkan layanan transportasi dan akomodasi sesuai kebutuhan. Ketersediaan konsumsi selama pelaksanaan ibadah haji juga dinilai memadai oleh para jemaah.

Meski demikian, Kemenhaj mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Namun berbagai kendala yang muncul dapat ditangani oleh petugas sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada jemaah.

“Kami tidak memungkiri masih ada kelemahan dan kekurangan. Namun Alhamdulillah seluruh persoalan yang muncul dapat diselesaikan oleh petugas sehingga jemaah tetap terlayani dengan baik,” katanya.

Kamaludin menegaskan hasil evaluasi dari proses keberangkatan dan pemulangan haji 2026 akan menjadi dasar perbaikan layanan pada musim haji 2027. Kementerian Haji dan Umrah, kata dia, berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon jemaah haji Indonesia, khususnya asal Kalimantan Barat.

“Penyelenggaraan haji 2026 menjadi titik evaluasi bagi kami untuk menghadirkan layanan yang lebih baik pada musim haji 2027,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....