Karantina Kesehatan Perketat Pengawasan Jemaah Haji Kalbar

  • 13 Jun 2026 09:17 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat bersama sejumlah instansi terkait memperkuat koordinasi pelayanan kekarantinaan kesehatan menjelang kepulangan jemaah haji Kalimantan Barat Tahun 2026.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah yang digelar di Kantor Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Pontianak, sebagai upaya mengendalikan faktor risiko penyakit pasca debarkasi jemaah haji.

Kepala BKK Kelas I Pontianak, dr. Mokhamad Zainul Mukhorobin, menegaskan pentingnya pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji yang baru kembali dari Arab Saudi. Menurutnya, ibadah haji yang mempertemukan jutaan orang dari berbagai negara berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit sehingga diperlukan pengawasan dan tindakan kekarantinaan kesehatan secara optimal.

“Pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji harus dilakukan secara maksimal untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit ke daerah,” ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat, H. Kamaludin, melaporkan jumlah jemaah haji Kalbar tahun 2026 mencapai 1.857 orang. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan gagal berangkat dan tiga orang lainnya meninggal dunia.

Kamaludin meminta seluruh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Kalimantan Barat memperketat proses istithaah kesehatan calon jemaah haji sebagai langkah antisipasi untuk menekan risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.

“Kita harus memberikan perhatian serius terhadap kesehatan jemaah. Satu jiwa sangat berharga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kamaludin juga menyampaikan apresiasi kepada BKK Kelas I Pontianak atas dukungan yang diberikan selama penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pemeriksaan lingkungan Asrama Haji Pontianak, pemasangan jerat hama, penyemprotan disinfektan hingga fogging menjelang kepulangan jemaah.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, RSUD dr. Soedarso, PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Supadio, Lion Air, Perum Damri, Pengelola Asrama Haji Kalbar serta unsur BKK Kelas I Pontianak.

Selain peserta luring, kegiatan juga diikuti secara daring oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dan jajaran BKK Pontianak. Rapat ditutup dengan diskusi teknis guna memastikan kesiapan pelayanan kesehatan dan pengawasan terhadap jemaah haji yang kembali ke Kalimantan Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....