Tugas ikhlas Menjadi Anugerah, Gemerlap Ka'bah Menggetarkan Hati Yuni Yelfia
- 30 Mei 2026 13:42 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Makkah Al Mukaramah -Kesempatan menunaikan ibadah haji sekaligus melayani para tamu Allah menjadi pengalaman spiritual yang begitu berkesan bagi Yuni Yelfia, Pendamping Jemaah Haji Kloter VII Embarkasi Padang. Di tengah kesibukannya mendampingi dan melayani jemaah dengan penuh keikhlasan, perempuan yang sehari-hari bertugas di Kementerian Haji dan Umrah Bukittinggi itu mengaku merasakan kebahagiaan dan rasa syukur yang luar biasa atas anugerah yang diberikan Allah SWT.
Bagi Yuni, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar menjalankan tugas negara, tetapi juga menjadi perjalanan hati yang penuh makna. Setiap hari ia berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah haji agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan nyaman, aman, dan khusyuk.
"Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan yang sangat luar biasa. Selain mendampingi dan melayani jemaah haji dengan ikhlas sepenuh hati, saya juga mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji secara gratis dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Ini adalah nikmat yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," ungkapnya penuh haru.
Salah satu momen yang paling membekas dalam ingatannya adalah ketika untuk pertama kalinya menyaksikan secara langsung kemegahan Masjidil Haram dan Ka'bah pada malam hari. Pemandangan yang selama ini hanya dilihat melalui foto, video, dan siaran televisi, kini hadir nyata di hadapan matanya.
"Tabarakallah. Rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata ketika melihat gemerlap cahaya Ka'bah di malam hari. Hati terasa bergetar, mata berkaca-kaca, dan hanya rasa syukur yang bisa terucap. Saat itu saya benar-benar merasakan kebesaran Allah SWT," tuturnya.
Di tengah lautan manusia yang datang dari berbagai penjuru dunia, Yuni merasakan betapa semua umat Islam dipersatukan dalam satu tujuan yang sama, yakni beribadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Perbedaan bahasa, warna kulit, dan kebangsaan seakan lenyap dalam kebersamaan yang penuh kedamaian di hadapan Baitullah.
Meski memiliki kesempatan untuk beribadah, Yuni tetap mengutamakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendamping jemaah. Ia memastikan kebutuhan para jemaah terpenuhi, membantu mereka yang memerlukan pendampingan, serta memberikan pelayanan terbaik selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, melayani jemaah haji merupakan bentuk ibadah yang memiliki nilai tersendiri. Senyum dan rasa syukur yang terpancar dari wajah para jemaah menjadi kebahagiaan yang tidak ternilai.
"Wajah-wajah bahagia para jemaah ketika berhasil menyelesaikan rangkaian ibadah dengan lancar menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami para petugas. Semoga semua jemaah mendapatkan haji yang mabrur," katanya.
Kini, waktu terasa berjalan begitu cepat. Hari demi hari berlalu tanpa terasa. Jika sebelumnya para jemaah menanti keberangkatan menuju Tanah Suci dengan penuh harap, kini mereka mulai bersiap untuk kembali ke tanah air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji.
"Tidak terasa, sebentar lagi jemaah haji akan pulang. Rasanya baru kemarin kami berangkat bersama, namun kini waktu kepulangan sudah semakin dekat. Begitulah nikmat dan anugerah Allah, ketika berada di tempat yang penuh keberkahan, waktu terasa begitu singkat," ujarnya.
Yuni meyakini bahwa kesempatan berada di Tanah Suci merupakan rahmat dan karunia yang tidak semua orang dapatkan. Karena itu, ia berusaha memanfaatkan setiap waktu untuk memperbanyak ibadah, berdoa, serta memohon keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
Menjelang kepulangan ke tanah air, ia berharap seluruh jemaah dapat membawa pulang nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, dan ketakwaan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji.
"Semua ini adalah anugerah yang diberikan Allah SWT. Semoga setiap langkah yang kami jalani di Tanah Suci menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan dalam kehidupan kami setelah kembali ke tanah air," tutupnya penuh syukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....