Momen Haru Idul Adha, Dandim 0304/Agam Pamit Lewat Semangat Berkurban 1447 H

  • 27 Mei 2026 08:16 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti lingkungan Kodim 0304/Agam usai pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Rabu, 27 Mei 2026 pagi

Di tengah semangat berbagi pada Hari Raya Kurban, keluarga besar Kodim 0304/Agam melaksanakan pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Al Hanif Makodim 0304/Agam di Bukittinggi.

Sebanyak 6 ekor sapi dan2 ekor kambing disembelih untuk dibagikan kepada masyarakat dan anggota Kodim.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat sekaligus emosional karena menjadi salah satu momen perpisahan bagi Komandan Kodim 0304/Agam, Slamet Dwi Santoso, yang dalam waktu dekat akan dipindahtugaskan ke Mabes TNI AD.

Sejak pagi usai salat Ied di Lapangan Wirabraja Makodim 0304/Agam, personel TNI, masyarakat dan panitia kurban tampak bergotong royong mempersiapkan proses penyembelihan hewan kurban. Tidak terlihat sekat antara prajurit dan warga. Semuanya membaur, saling membantu mulai dari penyembelihan, pengulitan hingga pengemasan daging kurban.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0304/Agam Rudi Saragih, Pasi Pers Kodim 0304/Agam Arjunti Harahap, tokoh agama sekaligus Ketua BKMT Bukittinggi Samsul Bahri, para peserta kurban, masyarakat sekitar hingga sejumlah mitra Kodim.

Di sela kegiatan, Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso,S.IP menyampaikan Idul Adha 1447 H / 2026 M mengajarkan makna keikhlasan dan pengorbanan sebagaimana kisah Nabi Ibrahim AS yang rela menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh ketulusan.

“Kita bisa mengambil hikmah besar dari Idul Adha ini. Kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan Nabi Ismail menjadi pelajaran tentang keikhlasan, ketulusan beribadah dan pengorbanan demi meraih ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Namun di balik suasana penuh syukur itu, terselip rasa haru yang begitu terasa. Dengan suara yang sesekali bergetar, Dandim mengaku sedih karena tidak lama lagi harus meninggalkan Makodim 0304/Agam untuk menjalankan tugas baru di Mabes TNI AD.

“Saya melihat kekompakan anak-anak di Makodim 0304/Agam ini luar biasa. Semua membaur membantu pemotongan hewan kurban. Terus terang saya sedih, karena tidak sampai satu bulan lagi saya harus meninggalkan Kodim ini sesuai perintah pimpinan untuk berdinas di Mabes TNI AD,” katanya.

Meski akan bertugas di tempat baru, dirinya mengaku Ranah Minang akan selalu memiliki tempat khusus di hati dan keluarganya. Menurutnya, suasana kekeluargaan dan silaturahmi masyarakat Minangkabau menjadi pengalaman berharga selama memimpin Kodim 0304/Agam.

“Ranah Minang tetap akan saya kenang. Silaturahmi masyarakatnya luar biasa dan penuh kehangatan,” ucap slamet

Pada momen akhir masa jabatannya tersebut, Letkol Slamet berharap daging kurban yang dibagikan dapat memberi manfaat bagi masyarakat Kota Bukittinggi, khususnya warga yang membutuhkan serta anggota Kodim 0304 / Agam.

Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh prajurit agar terus memperkuat ibadah, menjaga solidaritas dan meningkatkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi kepada sesama.

“Setelah saya tidak lagi menjabat di sini, saya berharap seluruh prajurit semakin kuat menjalankan ibadah dan terus berbagi dengan masyarakat pada pelaksanaan kurban di tahun-tahun mendatang,” pesannya.

Pelaksanaan kurban tahun ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya masyarakat, Yayasan Kartika Chandra serta Koperasi Saudara Minang. Panitia menargetkan sekitar 1.000 paket daging kurban dapat dibagikan kepada masyarakat.

Menjelang siang, suasana halaman Masjid Al Hanif semakin ramai. Warga yang datang tampak tersenyum menerima paket daging kurban, sementara anak-anak berlarian di sekitar lokasi dengan penuh antusias.

Di tengah hiruk-pikuk pembagian kurban itu, kebersamaan antara TNI dan rakyat terasa begitu nyata. Idul Adha bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang memperkuat ikatan kemanusiaan, pengabdian dan cinta kepada sesama.

Bagi keluarga besar Kodim 0304/Agam,Idul Adha 1447 H / 2026 M tahun ini akan menjadi kenangan tersendiri. Sebab, di balik penyembelihan hewan kurban, tersimpan pula kisah perpisahan seorang komandan yang meninggalkan jejak pengabdian dan kehangatan di Ranah Minang. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....