Demi Ibadah Haji Lancar, Lansia dan Difabel Dapat Pendampingan

  • 20 Mei 2026 08:16 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Petugas kloter dan pendamping haji terus memberikan perhatian penuh kepada jemaah lanjut usia (lansia), risiko tinggi, dan difabel yang tergabung dalam Kloter SUB-78 Kabupaten Sumenep selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Pendampingan dilakukan sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah agar seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian haji dengan aman dan nyaman.

Di tengah padatnya aktivitas ibadah dan cuaca Arab Saudi yang jauh berbeda dengan Indonesia, para petugas tetap siaga membantu kebutuhan jemaah, khususnya mereka yang memerlukan perhatian ekstra. Pendampingan diberikan mulai dari mobilitas, kesehatan, hingga pelaksanaan ibadah harian.

Ketua Kloter SUB-78 Kabupaten Sumenep, H. Said Syamsuri, Rabu 20 Mei 2026, mengatakan, petugas terus berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah, terutama lansia dan difabel.

“Petugas terus berusaha maksimal memberikan pendampingan kepada jemaah lansia, risiko tinggi, dan difabel agar mereka tetap nyaman menjalankan ibadah,” ujarnya.

Menurutnya, pola pendampingan dilakukan secara terukur, terutama saat pelaksanaan umrah wajib. Jemaah yang dalam kondisi sehat lebih dahulu diberangkatkan menuju lokasi ibadah, sedangkan jemaah yang membutuhkan bantuan khusus diberangkatkan setelah situasi lebih kondusif.

Langkah tersebut dilakukan agar jemaah lansia tidak terlalu kelelahan saat berada di tengah keramaian jemaah dari berbagai negara. Petugas juga memastikan seluruh jemaah mendapat pendampingan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

“Alhamdulillah seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan saat ini menempati wilayah Raudhah, Sektor Ma’had Arrisalah,” katanya.

Selain fokus pada pendampingan, petugas juga mengimbau jemaah agar memperbanyak ibadah di sekitar hotel dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat. Salat berjamaah di masjid terdekat menjadi pilihan yang disarankan demi menjaga stamina jemaah di tengah cuaca panas ekstrem.

Berdasarkan data kloter, jumlah jemaah haji SUB-78 Sumenep mencapai 380 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 orang merupakan jemaah lansia, 47 orang kategori risiko tinggi berat, 11 orang risiko sedang, dan 45 orang risiko ringan. Selain itu, lima jemaah menggunakan kursi roda dan dua orang lainnya membutuhkan bantuan tongkat untuk beraktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....