Asisten I Ingatkan Ketahanan Fisik Jamaah Haji Nunukan

  • 09 Feb 2026 14:40 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan: Fokus pada ketahanan fisik menjadi poin utama dalam pembukaan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten Nunukan tahun 2026. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kaltara, H. M. Saleh, merilis data bahwa tahun ini Nunukan memberangkatkan 223 jamaah, yang terdiri dari 139 orang dari Pulau Nunukan dan 84 orang dari Pulau Sebatik. Para jamaah dijadwalkan akan mulai bertolak menuju Tanah Suci pada Mei mendatang.

Mengingat kondisi cuaca ekstrem dan kepadatan aktivitas di Mekkah dan Madinah, pemerintah mengimbau jamaah untuk melakukan "manajemen kesehatan" sejak dini. Ibadah haji dinilai sebagai ibadah fisik yang membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Oleh karena itu, pengaturan pola makan dan olahraga rutin menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan oleh para calon jamaah selama masa persiapan di daerah.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, H. Muhammad Amin, SH, memberikan peringatan tegas mengenai tantangan fisik di lapangan. 

“Ibadah haji adalah ibadah fisik yang menuntut kekuatan dan ketahanan tubuh. Saya mengimbau kepada seluruh jamaah agar benar-benar mempersiapkan diri secara fisik sejak dini, menjaga kesehatan, mengatur pola makan, serta berolahraga ringan secara rutin,” ujarnya. Minggu (08/02/2026). Agar jamaah tidak tumbang saat menghadapi puncak ibadah haji nantinya.

Baca Juga: Pemkab Nunukan Resmi Membuka Manasik Haji Terintegrasi 2026

Dalam sambutan tertulis Bupati, ditekankan bahwa haji adalah perjalanan spiritual yang menuntut keikhlasan dan kesabaran tinggi. Jamaah diingatkan untuk tidak hanya fokus pada teknis, tetapi juga meluruskan niat agar mampu menghadapi tantangan budaya dan cuaca ekstrem di Arab Saudi. Manasik ini menjadi simulasi krusial agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan secara khusyuk dan tertib sesuai tuntunan syariat.

H. Muhammad Amin menyampaikan pesan penting mengenai esensi manasik bagi para tamu Allah. “Manasik bukan sekadar simulasi atau pengulangan gerakan ibadah, melainkan sarana pembekalan yang komprehensif agar jamaah memahami makna, tata cara serta hikmah dari setiap rangkaian ibadah haji,” ujarnya. Melalui bekal ilmu yang matang, diharapkan jamaah asal Nunukan dapat menjadi haji yang mabrur dan mandiri selama menjalankan ibadah. MM


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....