Gudang Aset Pemda di BLK Sumbawa Dibobol

  • 10 Mar 2026 16:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Gudang milik Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa yang disewa oleh Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumbawa dibobol maling. Peristiwa tersebut diketahui, Senin 9 Maret 2026 pagi, setelah salah seorang instruktur BLK mendapati pintu gudang dalam kondisi terbuka.

Kepala BLK Sumbawa, Andy Ashary, menjelaskan bahwa kejadian itu pertama kali diketahui dari laporan seorang instruktur yang mengirim pesan kepadanya pada Senin pagi. Instruktur tersebut memberitahukan bahwa gudang yang selama ini digunakan oleh Bidang Aset BKAD Sumbawa terlihat sudah terbuka.

Mendapat informasi tersebut, Andy langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi gudang. Setelah dicek, ternyata benar pintu gudang telah dibuka secara paksa.

“Ketika kami lihat di lokasi, pintu gudang sudah dalam keadaan terbuka. Diduga gemboknya digergaji sehingga bisa dibuka,” ujarnya, Selasa 10 Maret 2026.

Gudang tersebut selama ini digunakan untuk menyimpan berbagai barang milik pemerintah daerah yang berada di bawah pengelolaan Bidang Aset BKAD Sumbawa. Menurut Andy, gudang tersebut telah dipinjam oleh Bidang Aset sekitar satu tahun terakhir.

Ia menduga gudang tersebut difungsikan sebagai tempat penyimpanan sementara barang-barang milik daerah yang kemungkinan akan dilelang. Namun, pihak BLK tidak mengetahui secara pasti jenis maupun jumlah barang yang disimpan di dalamnya.

“Yang mengetahui secara pasti apa saja yang disimpan di sana adalah Bidang Aset. Semua barang di dalam gudang itu menjadi tanggung jawab mereka,” katanya.

Setelah mengetahui adanya pembobolan tersebut, pihak BLK segera menghubungi Bidang Aset BKAD Sumbawa. Agar segera datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi gudang dan memastikan apakah ada barang yang hilang.

Selain itu, BLK juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Andy menegaskan bahwa kasus ini harus disikapi secara serius karena berkaitan dengan aset milik pemerintah daerah.

“Terlepas dari apa yang hilang atau tidak, ini berkaitan dengan aset daerah sehingga harus menjadi perhatian bersama. Ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi evaluasi bagi pihak BLK dalam meningkatkan sistem keamanan di lingkungan mereka, terutama karena terdapat aset milik pemerintah daerah yang dititipkan di lokasi tersebut.

Andy mengatakan pihaknya akan berupaya memperkuat pengamanan, termasuk mempertimbangkan penambahan petugas jaga malam. Selain itu, BLK juga berencana memasang kamera pengawas atau CCTV untuk memantau kondisi sekitar gudang dan area BLK.

Ia juga menilai perlu adanya pembatasan akses bagi masyarakat umum ke kawasan BLK di luar jam kerja. Hal ini penting mengingat masih terdapat sejumlah warga yang tinggal di lingkungan sekitar area BLK.

“Ke depan kami akan berkoordinasi untuk meningkatkan pengamanan. Salah satunya dengan pemasangan CCTV dan pembatasan akses masyarakat umum di luar jam kerja,” katanya.

Menurut Andy, keberadaan aset pemerintah daerah di lingkungan BLK secara otomatis menambah tanggung jawab pihaknya dalam menjaga keamanan. Karena itu, upaya peningkatan pengamanan dianggap menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....