Overthinking dari Sudut Pandang Psikologi: Pikiran Sulit Berhenti Bekerja

  • 14 Jul 2026 10:28 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang pernah mengalami kondisi ketika pikiran terus berputar memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi. Kondisi tersebut dikenal sebagai overthinking atau berpikir secara berlebihan. Fenomena ini semakin sering dialami di tengah tuntutan kehidupan modern yang serba cepat.

Secara psikologis, overthinking merupakan kecenderungan seseorang untuk terus mengulang suatu pemikiran tanpa menghasilkan solusi yang jelas. Otak berusaha mencari kepastian terhadap sesuatu yang belum terjadi sehingga muncul berbagai skenario negatif. Akibatnya, seseorang justru merasa semakin cemas dan sulit mengambil keputusan.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa overthinking berkaitan dengan meningkatnya hormon stres, yaitu kortisol. Ketika kadar kortisol terus meningkat dalam waktu lama, tubuh dapat mengalami gangguan tidur, kelelahan, hingga menurunnya konsentrasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan mental dan fisik saling berkaitan.

Overthinking juga memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan. Semakin banyak kemungkinan yang dipikirkan, semakin besar keraguan yang muncul. Hal tersebut sering membuat seseorang menunda tindakan karena takut melakukan kesalahan.

Salah satu cara mengurangi overthinking adalah dengan membedakan antara fakta dan asumsi. Tidak semua hal yang dipikirkan memiliki kemungkinan untuk benar-benar terjadi. Melatih pola pikir rasional dapat membantu seseorang melihat masalah secara lebih objektif.

Psikolog juga menyarankan untuk membatasi waktu memikirkan suatu persoalan. Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, seseorang perlu mulai mengambil tindakan nyata. Langkah kecil sering kali lebih efektif dibanding terus memikirkan berbagai kemungkinan.

Aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan mengurangi paparan informasi berlebihan juga berperan dalam menjaga kesehatan mental. Kebiasaan tersebut membantu otak beristirahat dari beban pikiran yang terus menerus. Dengan tubuh yang lebih segar, seseorang akan lebih mudah berpikir jernih.

Pada akhirnya, overthinking bukanlah tanda kelemahan, melainkan respons psikologis yang dapat dialami siapa saja. Yang terpenting adalah memahami cara mengelolanya agar tidak mengganggu kualitas hidup. Keseimbangan antara berpikir dan bertindak menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....