Chrisye Hidup di Kilau Kenangan

  • 13 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Chrisye Hidup di Kilau Kenangan

RRI.CO.ID, Jakarta - Musik Chrisye kembali menghangatkan malam para pencinta lagu nostalgia dalam program Kilau Kenangan yang disiarkan melalui RRI Digital Kanal Kenangan, RRI Pro 1 Jakarta, dan DAB+. Dipandu penyiar Ika Damayanti, pendengar diajak mengenang perjalanan karier sang maestro yang bertepatan dengan momen bersejarah konser Dekade pada 12 Juli. Sejak awal siaran, suasana penuh nostalgia langsung terasa ketika pendengar diajak berbagi kenangan tentang lagu-lagu favorit Chrisye melalui layanan WhatsApp interaktif.

Sepanjang acara, Ika mengulas sederet karya legendaris yang menjadi tonggak sejarah musik Indonesia. Mulai dari Badai Pasti Berlalu (1977), soundtrack film yang dinobatkan sebagai Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia, hingga Lilin-Lilin Kecil, lagu yang mengantarkan Chrisye menjadi salah satu penyanyi terbesar Tanah Air. Pendengar juga diajak menyelami kisah di balik Pergilah Kasih, Andai Aku Bisa, dan Kala Cinta Menggoda, yang tidak hanya sukses secara komersial tetapi juga meraih berbagai penghargaan bergengsi, bahkan menembus panggung internasional melalui MTV Asia.

Keistimewaan siaran malam itu semakin lengkap dengan kisah unik lagu Lirih. Lagu yang direkam pada awal 1990-an tersebut sempat tersimpan di arsip Musica Studios dan baru ditemukan setelah Chrisye wafat. Bahkan keluarga Chrisye mengaku tidak mengetahui keberadaan rekaman tersebut. Fakta ini menjadi bukti bahwa masih ada warisan musik sang maestro yang terus menghadirkan kejutan bagi para pencintanya.

Interaksi pendengar menjadi warna tersendiri dalam program ini. Salam hangat mengalir dari berbagai daerah, mulai dari Bogor, Bekasi, Jakarta, Tangerang, Depok, hingga Pamulang. Salah satu pendengar, Ibu Ety dari Bekasi, mengaku lagu Cintaku selalu membuat anaknya spontan menari setiap kali diputar. Sementara Ibu Kurnia dari Pondok Gede mengenang lagu Untukku sebagai pengingat cinta almarhum suaminya yang begitu besar bagi keluarga.

Cerita penuh kenangan juga datang dari Ibu Ima di Jakarta Timur yang mengingat lagu Anak Sekolah sebagai soundtrack momen perpisahan sekolah bersama teman-temannya. Adapun Bapak Tris dari Bekasi menyebut Pergilah Kasih sebagai lagu yang masih memiliki tempat istimewa di hatinya hingga sekarang. Beragam kisah tersebut menunjukkan bahwa lagu-lagu Chrisye bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari perjalanan hidup banyak orang.

Menutup siaran, Ika Damayanti mengajak pendengar untuk terus menikmati lagu-lagu era 60-an hingga 90-an melalui aplikasi RRI Digital setiap Minggu pukul 21.00–24.00 WIB di Kanal Kenangan. Pesan penutupnya terasa begitu menyentuh: karya-karya Chrisye akan selalu hidup melampaui zaman, menjadi warisan musik Indonesia yang terus dikenang dan menghubungkan generasi melalui kenangan, cinta, serta harmoni yang tak pernah lekang oleh waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....