Kilau Kenangan Ajak Pendengar Nostalgia Mainan Anak sebelum Gadget
- 08 Jun 2026 13:46 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Suasana hangat penuh nostalgia hadir dalam program Kilau Kenangan yang mengudara pada Minggu, 7 Juni 2026 pukul 21.00 hingga 24.00 WIB. Dipandu penyiar Mika Kartika, acara kali ini mengangkat tema "Mainan Anak Sebelum Era Gadget", mengajak pendengar kembali mengenang masa kecil ketika permainan tradisional dan mainan sederhana menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Selama tiga jam siaran, Mika mengajak pendengar menelusuri berbagai permainan yang pernah populer pada era 1980 hingga 1990-an. Mulai dari congklak, lompat tali, gundu atau kelereng, bekel, hingga fenomena Tamagotchi, Tazos, dan dingdong yang sempat menjadi ikon generasi tersebut. Setiap permainan tidak hanya dibahas dari sisi kenangannya, tetapi juga sejarah serta nilai edukatif yang terkandung di dalamnya.
Pembahasan mengenai congklak menjadi salah satu segmen menarik. Permainan tradisional yang telah dikenal sejak ratusan tahun lalu itu ternyata tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga melatih kemampuan berhitung, strategi, dan ketelitian anak-anak. Sementara permainan lompat tali dan bekel mengingatkan pendengar pada masa ketika interaksi sosial terjalin erat melalui aktivitas bermain bersama di lingkungan sekitar.
Antusiasme pendengar terlihat dari banyaknya pesan yang masuk ke studio. Diana dari Petukangan mengenang keseruan bermain bekel bersama tetangga hingga lupa waktu. Wawan dari Pondok Gede bercerita tentang pengalaman bermain congklak bersama keluarga saat listrik padam, ditemani cahaya lampu minyak dan lilin yang menciptakan suasana akrab dan hangat.
| Baca juga: Yerry T-Five Rilis Single 'Masa Remaja' |
Memasuki jam berikutnya, nostalgia semakin terasa ketika pembahasan beralih ke Tamagotchi, Tazos, dan dingdong. Nay dari Citayam mengaku pernah membawa Tamagotchi ke sekolah secara diam-diam agar "hewan peliharaan digitalnya" tetap terawat. Sementara Ramli dari Pitara mengenang masa-masa menghabiskan uang jajan demi bermain King of Fighters dan Metal Slug di arena dingdong favoritnya.
Tidak hanya berbagi cerita, pendengar dari berbagai wilayah seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, Jakarta, Cinere, Pamulang, hingga Halim turut meramaikan siaran dengan salam dan permintaan lagu kenangan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa meskipun zaman telah berubah, pengalaman bermain di masa kecil tetap menjadi memori kolektif yang mampu menyatukan banyak generasi.
Melalui Kilau Kenangan, Mika Kartika berhasil menghadirkan ruang temu antara masa lalu dan masa kini. Acara ini mengingatkan bahwa di balik kesederhanaan congklak, kelereng, bekel, atau tazos, tersimpan nilai kebersamaan, kreativitas, dan persahabatan yang masih relevan hingga sekarang. Kenangan masa kecil mungkin tidak dapat diulang, tetapi cerita-ceritanya akan selalu hidup setiap kali kita mengingatnya bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....