Film AI tentang Iran Debut di Tribeca, Picu Perdebatan Masa Depan Sinema

  • 11 Jun 2026 17:49 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Festival Tribeca 2026 menayangkan film "Dreams of Violets" karya sineas Inggris-Iran, Ash Koosha. Film berdurasi 75 menit itu dibuat sepenuhnya menggunakan kecerdasan buatan. Kehadirannya memicu perdebatan mengenai masa depan industri perfilman global.

Melansir laman Hollywood Reporter, film tersebut mengangkat penindasan terhadap demonstran di Iran pada Januari 2026. Koosha mengaku memilih teknologi AI karena sulit memproduksi film secara langsung. Ia juga tidak memiliki dukungan pendanaan maupun tim produksi konvensional.

Koosha mengatakan proses pembuatan film ternyata jauh lebih rumit dari perkiraannya. Ia hanya tidur beberapa jam setiap malam selama pengerjaan proyek. Namun, AI memberinya keleluasaan mengulang bagian yang dianggap kurang memuaskan.

"Dreams of Violets" menampilkan kisah-kisah warga Iran dalam suasana penuh trauma. Ceritanya disajikan secara puitis dan menyerupai catatan mimpi. Pendekatan itu dipilih untuk menggambarkan dampak kekerasan dan ketakutan masyarakat.

Produser Tom Rogers menilai film tersebut tidak mungkin terwujud tanpa AI. Menurutnya, tema sensitif seperti Iran sulit diproduksi melalui metode biasa. Ia juga menegaskan teknologi itu membuka peluang bagi pembuat film independen.

Meski mendapat sambutan positif di Tribeca, tantangan distribusi masih membayangi. Beberapa distributor disebut tertarik sebelum mengetahui film itu dibuat menggunakan AI. Setelah mengetahui proses produksinya, sebagian memilih mundur karena khawatir kontroversi.

Koosha tetap berencana mengembangkan proyek film berbasis AI pada masa mendatang. Ia menilai teknologi tersebut memberi kebebasan bercerita bagi sineas dari negara represif. Meski demikian, Koosha percaya banyak film tetap lebih tepat dibuat secara konvensional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....