Comeback Gila NRG Tumbangkan MIBR di VCT Kickoff
- 16 Feb 2026 12:09 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - NRG mencetak kebangkitan luar biasa dengan membalikkan keadaan setelah tertinggal dua map dan akhirnya menyingkirkan MIBR demi mengamankan satu tiket ke Masters Santiago. Comeback ini tercatat sebagai salah satu reverse sweep paling telak yang pernah terjadi di ranah kompetitif Valorant. Status NRG sebagai juara dunia bertahan kembali terbukti, sementara MIBR, supertim baru dari kawasan Americas, harus menerima kenyataan pahit setelah gagal memanfaatkan tiga peluang best-of-five untuk lolos. Hasil ini membuat MIBR menjadi tim kedua dalam format Kickoff terbaru yang terjun bebas dari final upper bracket ke posisi keempat.
Rangkaian pertandingan berlangsung panjang dengan urutan map Bind, Corrode, Split, Abyss, dan ditutup Haven sebagai penentu. Dua map awal sepenuhnya menjadi milik MIBR. Mereka mengamankan Bind dengan skor 13-9, lalu menghancurkan NRG 13-5 di Corrode. Namun dominasi itu tidak bertahan lama, karena NRG bangkit dan menguasai tiga map berikutnya: Split 13-10, Abyss 13-4, serta Haven 13-5. Pada dua map terakhir, NRG hanya memberi lawan sembilan ronde, bahkan hanya enam ronde dalam lima half penutup seri.
Dalam fase veto map, kedua tim sama-sama menghilangkan medan tempur yang dianggap paling berbahaya. MIBR memilih menyingkirkan Pearl, sedangkan NRG menghapus Breeze dari daftar map.
Bind menjadi panggung pembuka yang menampilkan kontras strategi kedua kubu. MIBR memaksimalkan potensi dua Duelist untuk mengangkat agresivitas aspas dan zekken, sementara NRG mengambil pendekatan berbeda dengan satu Waylay yang ditopang dua Initiator. Bermain sebagai tim bertahan, MIBR tampak sangat siap membaca pola serangan lawan. Setelah kehilangan pistol round, mereka merespons dengan lima kemenangan beruntun, bahkan memaksa pelatih NRG menggunakan dua timeout di awal pertandingan. Meski begitu, NRG mampu menutup paruh pertama dengan skor imbang 6-6.
Saat berganti sisi, MIBR langsung tancap gas. Aspas tampil menggila dan menjadi motor kemenangan dengan torehan kill tertinggi di map tersebut. Clutch 1v3 krusial mengantar MIBR ke map point, sebelum akhirnya Bind diamankan dengan selisih tiga ronde.
Momentum berlanjut ke Corrode, map yang selama musim 2026 dikenal sebagai salah satu kekuatan utama NRG. Kedua tim menggunakan komposisi agen yang serupa, namun arah permainan berubah drastis setelah MIBR melakukan penyesuaian taktis di tengah pertandingan. Meski NRG sempat unggul di awal, MIBR justru mendominasi sisa paruh pertama dan menunjukkan ketangguhan luar biasa, bahkan ketika sering kehilangan first blood. Pertahanan solid MIBR di paruh kedua memastikan kemenangan telak 13-5.
Split menjadi titik balik. MIBR sempat terlihat lebih unggul melalui permainan agresif dua Duelist, ditambah tekanan ekonomi yang membuat NRG kesulitan. Namun dari ketertinggalan 9-3, NRG perlahan membedah pertahanan lawan. Pendekatan berbasis dua Initiator terbukti efektif membuka ruang dan mematahkan kontrol MIBR. Keunggulan yang sempat berada di tangan MIBR pun menguap, hingga Split akhirnya jatuh ke tangan NRG dengan skor 13-10.
Masuk ke Abyss, arah pertandingan sepenuhnya berubah. Map ini justru memperlihatkan kelemahan terbesar MIBR, terutama di sisi bertahan. NRG tampil klinis sejak awal, memanfaatkan komposisi dua Controller untuk menekan area plant dan mengamankan keunggulan besar. Abyss pun berakhir cepat dengan kemenangan 13-4 untuk NRG.
Dengan kepercayaan diri yang memuncak, NRG menjadikan Haven sebagai panggung penegasan dominasi. Pistol round kembali diamankan, disusul rangkaian ronde yang nyaris tanpa perlawanan berarti. NRG unggul jauh saat jeda, bahkan belum membutuhkan Operator hingga pertengahan map. Upaya MIBR di paruh kedua tidak cukup untuk membalikkan keadaan, dan seri pun resmi ditutup.
Secara individu, aspas mencatat statistik tertinggi sepanjang seri, disusul oleh Verno, namun performa tersebut belum mampu menyelamatkan MIBR. Di sisi NRG, kontribusi merata menjadi kunci, dengan brawk tampil sebagai pemain paling konsisten dan mada menjadi pencetak kill terbanyak di tim pemenang.
Hasil ini memastikan langkah NRG menuju Masters Santiago dan membuka kembali peluang mereka bersinar di level internasional. Sebaliknya, MIBR harus puas mengakhiri perjalanan di posisi keempat, membawa pulang satu Championship Point, serta menyaksikan turnamen global tersebut tanpa kehadiran mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....