Serial AI Darren Aronofsky Tuai Kritik Penonton

  • 10 Feb 2026 04:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Sebuah serial pendek ambisius bertajuk On This Day… 1776 yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dan membawa nama sutradara ternama Darren Aronofsky menuai tanggapan negatif dari kritikus maupun penonton. Serial ini diproduksi oleh Primordial Soup, studio milik Aronofsky yang berfokus pada AI, bekerja sama dengan Google DeepMind, TIME Studios, dan Salesforce.

Serial tersebut dirilis melalui saluran YouTube TIME pada akhir Januari dan dirancang sebagai eksperimen inovatif dalam penggunaan AI generatif untuk mendramatisasi peristiwa penting dalam Perang Revolusi Amerika. Visual dalam serial ini sepenuhnya dihasilkan menggunakan alat pembuat gambar berbasis AI, sementara narasi disampaikan oleh aktor suara profesional.

Namun, alih-alih mendapat pujian, episode-episode awal justru menuai kritik keras. Banyak penonton menyoroti kualitas visual yang dinilai buruk, penggambaran karakter yang tidak natural, serta gangguan estetika yang dianggap mengganggu pengalaman menonton.

Sejumlah kritikus bahkan menyebut visual yang dihasilkan menyerupai “sampah AI”, dengan efek uncanny valley, teks terdistorsi, serta kurangnya koherensi sinematik. Melansir digitaltrends, media ternama seperti The Guardian dan The Hollywood Reporter juga turut mengulas negatif serial tersebut.

Salah satu pengulas menyebut visualnya “sangat buruk” dan menilai penggunaan AI menghasilkan adegan yang kaku serta ekspresi wajah karakter yang tidak selaras dengan narasi suara. Kritik lain menyebut serial ini gagal menyampaikan cerita yang menarik melalui pendekatan teknologi yang digunakan.

Reaksi serupa juga muncul di media sosial. Banyak pengguna menyebut proyek ini mengecewakan, terutama mengingat reputasi Darren Aronofsky sebagai pembuat film dengan gaya visual kuat melalui karya-karya seperti Black Swan dan Requiem for a Dream.

Sejumlah pengamat juga mengkhawatirkan bahwa keterlibatan sutradara ternama dalam proyek berbasis AI seperti ini dapat menurunkan standar kualitas kreatif dalam industri hiburan. Pengamat industri menilai respons negatif tersebut mencerminkan kesenjangan antara kemampuan teknis AI saat ini dan ekspektasi penonton terhadap kualitas visual dan penceritaan.

Meski kolaborasi antara kreativitas manusia dan AI terus berkembang, proyek yang terlalu bergantung pada algoritma generatif dinilai masih menghadapi tantangan besar, termasuk persoalan estetika, etika, dan perlindungan tenaga kerja kreatif. Namun sebagian pendukung teknologi AI menilai kritik tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan.

Mereka berpendapat bahwa eksperimen awal seperti ini dapat menjadi pembelajaran untuk menghasilkan karya yang lebih baik di masa depan. Untuk saat ini, On This Day… 1776 menjadi contoh nyata tantangan dalam produksi film berbasis AI, sekaligus pengingat bahwa penonton masih menghargai sentuhan kreativitas manusia dalam seni bercerita. 

Sebagai informasi, Darren Aronofsky merupakan seorang sutradara, penulis skenario, dan produser Amerika yang dikenal karena membuat film-film yang intens secara psikologis dan surealis, termasuk Requiem for a Dream (2000) dan The Whale (2022). Ia dinominasikan untuk Academy Award sebagai sutradara terbaik untuk Black Swan (2010). (JR)

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....