Wanita Tangguh dari Lereng Rinjani, Pembaharu Kaum Perempuan

  • 17 Jul 2026 10:28 WIB
  •  Mataram

Menginspirasi KaumPerempuan Menjadi Mandiri

RRI.CO.ID,Mataram-Siang itu Tim sudah tiba di Sembalun, lalu menghubungi Narasumber yang sudah dua hari dikonfirmasi tentang kesiapan diwawancarai. Akhirnya disetujui hari diwawancarai, tepatnya Kamis (9/7-26). Di lereng perbukitan Sembalun Alam terindah Ciptaan Sanga Pencipta di sebuah rumah sederhana penuh makna bagi sosok Perempuan ini, saat itu kami ditemani suasana siang, walau sinar Mentari begitu terang, tetapi masih terasa kesegaran dan kesejukan udara Sembalun menghampiri dan menyapa tubuh kami, Tim Produksi. “Tunggu Pak enggih, tiang lagi mempersiapkan konsumsi buat peserta rapat” kata Inaq Syaeun,narasumber kami lewat handphone,Ibu Rumah tangga paruh baya, sederhana, bersahaja dan tegar.

Kami mendekat menuju Lokasi sesuai arahan Google Maps yang di share Inaq Syaeun dua hari sebelumnya, jaraknya 100 meter dari Lokasi Tim Produksi parkir. Ternyata memang benar Inaq Syaeun sedang mempersiapkan konsumsi, buat makan siang peserta rapat yang sudah dijadwalkan satu Minggu lalu. Itulah menjadi aktivitas Sebagian kecil sosok Inaq Syaeun yang sudah terkenal di Sembalun Bumbung maupun Sembalun Lawang dan Desa lainnya diluar Rinjani karena binaannya melewati batas wilayah Kecamatan Sembalun. Menjadi sepenggal kisah yang berbekas saat Tim Produksi Feature dan Medsos RRI Mataram bertemu pertama kali dengan Figur Perempuan Tangguh dari lereng Rinjani.

Black Garlic

“Maaf ya, baru kami terima Kawan Kawan” sapanya setelah selesai melayani tamu yang rapat di Kantor Desa. Rentang waktu menunggu dari aktivitas di Kantor Desa hamper satu jam,kami menunggu di Beranda rumah Inaq Syaeun. Selama Inaq Syaeun di Kantor Desa, Tim Produksi RRI ditemani sang suami yang setia sebagai sosok laki laki pelindundg Istri. Suami yang cekatan melengkapi tugas tugas Istri. “Bapak bapak mari kita sholat dulu” ajak Pak Malayse, suami Inaq Syaeun. Usai sholat, kami mengobrol dengan bapak Malasye, di beranda rumahnya, setelah balik dari Masjid.

”Apa apa saja yang kami siapkan” kata Bapak Malayse, setengah baya, Ayah dari empat Putra-Putri ini, suami tersayang Inaq Syaeun. Tim memberikan arahan bahwa yang dibutuhkan adalah hasil karya Inaq Syaeun, guna di visualisasi sebagai bukti empiric bahwa benar adanya apa yang di pajang adalah buah karya sosok Perempuan Tangguh adalah BLACK GARLIC.

Produksi Black Garlic sudah ditekuni Inaq Syaeun sebelum gempa melanda Sembalun, hampir Satu Dasa Warsa. Ilmu mengolah Bawang Putih menjadi black Garlic diperoleh dari Ayahnya dan Ayahnya mendapat ilmu dari seorang Warga Jepang yang sudah menetap di Sembalun.”Ilmu turun temurun dari Orang Tua Dulu” bisik Bapak Malayse. Black Garlic

sesuai dengan makna dalam KBBI Bahasa Indonesia Black Garlic adalah Bawang Putih, merupakan umbi dari tanaman Allium sativum yang di proses melalui Fermentasi atau proses produksi melalui open dalam waktu tertentu sehingga menghasilkan Black Garlic.

“Bawang Putih Biasa yang di fermentasi selama 12-40 hari di suhu 70 – 80 ⁰ Celcius. Hasilnya warna hitam, tekstur kenyal kayak dodol,rasa manis asam dan nggak bau langu sama sekali.” Ungkap Inaq Syaeun didampingi Suami Tercinta Malayse, menceritakan kepada Tim tentang prosedur proses produksinya di rumah produksi sekitar 25 meter di belakang rumah utama.Peralatan sangat sederhana, ada Magic jar ukuran besar dan alat pengopen teknologi tepat guna.

Kini Black Garlic menjadi bahan konsumsi tambahan yang banyak diminati warga menyusul manfaatnya sangat besar bagi Kesehatan. Bahkan hal yang tidak terlintas dalam pikiran Inaq Syaeun, apalagi bermimpi, tetapi realitasnya produk Black Garlic ternyata diminati pasaran Internasional, ”Kami rutin mengirim ke Negara Malaysia Singapura dan Jepang, kecuali permintaan Rusia yang belum kami penuhi, karena jumlah permintaan sangat besar, belum dapat memenuhi permintaan Rusia” kata Inaq Syaeun, sambil berikhtiar maksimal dapat memenuhi permintaan pasar Internasional. Ia menambahkan permintaan Rusia itu mencapai 28 Ton setiap produksi, belum dapat terpenuhi karena produksi Bawang Putih Sembalun setiap produksi, hanya bisa sampai 10 sampai 20 ton dengan kualitas terbaik.. Itupun masih dalam 42 Kelompok Tani Wanita.

”Kita juga mendatangkan Bawang Putih, guna memenuhi permintaan lokal dan keperluaan rutin Malaysia, dari Pulau Jawa” kata Inaq Syaeun. Menjadi kendala Adalah masih minimnya produksi bawang putih dan produksinyapun sangat tergantung musim panen, permodalan dan sentuhan teknologi. Kebutuhan local dan pasaran Nusantara dapat terpenuhi, apalagi didukung 7 tenaga kerja yang memiliki skill standar, setelah mendapat pelatihan. Inaq Syaeun juga mengakui ada kompetisi dan persaingan dari Black Garlick produksi di Pulau Jawa. “ Tetapi tetap menjaga kualitas hasil, sehingga tetap diminati” ujarnya penuh optimis.

Perjalanan Sejarah Gempa Bumi Lombok 2018

Ketiadaberdayaan Warga Sembalun akibat Gempa yang terjadi pada tahun 2018.Dampaknya dirasakan dan dialami figure Inaq Syaiun. Produksi UMKMnya berupa Black Garlic, tidak terurus, karena masih terkonsentrasi dengan dampak gempa. Bencana tersebut meluluhlantakkan Infrastruktur Rumah penduduk dan lahan pertanian, gagal panen termasuk kerugian di sektor pertanian. Trauma berkepanjangan dan hampir semua sektor lesu. Kondisi ini yang membuat Inaq Syaiun, harus berbuat sesuatu, tidak mau menerima takdir atau Nasib begitu saja, tetapi harus menjawab Nasib dengan berbuat sesuatu, tidak boleh berpangku tangan menangisi takdir. Ingin mengembalikan kejayaan tanda legenda supaya Masyarakat Makmur sekaligus produksi bawang putih mendunia.

Ia bangkit Ketika teringat dengan Sejarah Sembalun yang popular di pelosok Nusantara menyusul Sembalun pernah didatangi Presiden Kedua Republik Indonesia Suharto. Kunjungan Presiden Suharto dalam rangka melakukan panen raya bawang putih. Nama besar Sembalun ini menginspirasi dan menjadi titik awal kebangkitan semangat dan energi Inq Syaeun setelah terpuruk akibat gempa Lombok 2018, tekadnya harus Kembali berkarya. Karena terbersit dalam pemikiran hasil Pertanian terutama komoditi Bawang Putih masih berjaya. Torehan Sejarah ini, yang membuat semangat Inaq Syaiun semakin terbakar dan bergetar guna berbuat yang lebih baik lagi, setelah diterpa bencana gempa. Terlintas dalam benaknya mengoptimalkan mengolah komoditi bawang putih, dengan lebih professional karena Bawang Putih Adalah andalan komoditi Rakyat Sembalun.

Ditengarai Komoditi Bawang Putih tetap menjadi komoditi lokal yang sangat potensial, apalagi Bawang Putih Sembalun sudah memiliki nama sangat popular di Masyarakat karena memiliki kualitas diatas rata rata, sehingga diminati di Pasaran. Kondisi ini yang menambah optimisme Inq Syaeun.

Menurut Nuryanti, Pejabat yang pernah menjadi Kepala Dinas Perindustrian NTB dan Ketika itu sempat menyentuh pembinaan serta pendampingan berkelanjutan di Sembalun. Ia megatakan berawal dari Upaya mengolah bawang putih menjadi lebih baik, agar memiliki nilai jual tinggi, Inaq Syaiun berikhtiar mengelola Black Garlic. bahan bakunya tersedia dalam jumlah cukup. Bawang Putih menjad produk olahan potensial dan kini berkembang. Poroduksi Bawang Putih Sembaliun, Sebagian diantarpulaukan dengan melihat harga dipasaran. Jika menguntungkan petani Sembalun tidak segan segan menjual komoditi tersebut diantarpulaukan atau dijual ke luar NTB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....