Alfin Nomleni: Dari NTT Menggetarkan Asia, Tiga Emas
- 26 Jan 2026 09:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Langit Nakhon Ratchasima, Thailand, seakan menjadi saksi bisu ketika Bendera Merah Putih berkibar tiga kali, diiringi rasa haru dan bangga. Di lintasan atletik Asian Para Games ke-13 Tahun 2026, satu nama dari Nusa Tenggara Timur (NTT) mencuri perhatian Asia: Alfin Nomleni.
Sebagai satu-satunya atlet penyandang disabilitas asal NTT yang memperkuat Indonesia di ajang ini, Alfin tampil luar biasa. Ia bukan hanya hadir sebagai peserta, tetapi pulang sebagai juara tiga medali emas berhasil ia persembahkan untuk Indonesia dari nomor 400 meter, 800 meter, dan 1.500 meter T20 Putra Tuna Grahita.
Prestasi ini terasa istimewa. Di nomor 400 meter T20 putra, Alfin akhirnya mematahkan dominasi atlet Malaysia, Nor Azmi Muhammad Ammar Aiman, yang selama ini selalu menjadi momok.
Dengan catatan waktu 48,41 detik, Alfin finis pertama, unggul tipis dari Nor Azmi (48,83 detik) dan atlet Filipina Palermo Jan Jyro (49,84 detik).
“Selama sembilan kali pertemuan, Alfin tidak pernah menang dari Nor Azmi. Baru kali ini dia berhasil mengalahkannya,” ucap Ketua NPCI NTT, Victor Halengky Haning, dengan nada bangga.
Bagi Victor, kemenangan ini bukan sekadar angka atau medali. Ini adalah bukti ketekunan dan disiplin.
Alfin dikenal sebagai atlet yang berlatih keras dan konsisten. Disiplinnya sangat tinggi dan sangat terukur kemampuannya.
“Latihannya sangat disiplin dan keras. Karena itu, Tuhan membalasnya dengan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Foto: Alfin Nomleni (tengah) saat pengalungan medali bersam atlet lainnya.
Kehebatan Alfin berlanjut di nomor 800 meter T20 putra, yang menjadi nomor andalannya sejak Asian Para Games 2023 di Kamboja. Ia kembali tampil dominan dengan waktu 2:00.352 menit, mengungguli dua pelari Malaysia, Muhammad Husmadi Haqeem Mustaqin dan Muhammad Mukrim.
Tak berhenti di situ, Alfin menutup kiprahnya dengan emas ketiga di nomor 1.500 meter T20 putra, pada Minggu (25/1/2026). Ini sebuah hasil yang bahkan di luar dugaan pengurus NPCI NTT.
“Kami hanya berharap satu emas dari nomor andalan 800 meter. Tapi ternyata Tuhan memberikan lebih,” kata Victor penuh bangga dan haru.
Dari Kupang, Alfin Nomleni menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Medali emas itu ia persembahkan untuk orang tua, keluarga, pengurus NPCI, seluruh atlet disabilitas, serta Pemerintah Indonesia dan NTT.
“Lawan saya dari Malaysia berat. Dia sering juara dan saya selalu kalah. Baru kali ini saya menang,” kata alfin.
“Saya bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah yang sudah memfasilitasi kami untuk berlatih dan bertanding,” tutur Alfin dengan rendah hati.
Kisah Alfin Nomleni adalah kisah tentang ketekunan, harapan, dan keberanian melampaui batas. Dari Nusa Tenggara Timur, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mengharumkan nama bangsa.
Di lintasan Asia, Alfin berlari dan Indonesia berjaya. (allotani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....