Tradisi Bubur Safar Tetap Dilestarikan, Penjual Kebanjiran Pembeli
- 16 Jul 2026 13:20 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Tradisi membagikan dan mengonsumsi Bubur Safar pada tanggal 1 bulan Safar Hijriah masih terus dilestarikan oleh sebagian masyarakat Kabupaten Sumenep. Tradisi yang dipercaya sebagai simbol doa agar dijauhkan dari berbagai musibah atau na'as tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para penjual bubur musiman.
Salah satunya Evi Dwi Larasati yang setiap tahun rutin menjual Bubur Safar dengan berbagai pilihan varian. Ia mengatakan bubur yang dijual terdiri dari bubur ketan hitam, bubur tepung ketan putih, bubur cennil atau bubur ketan yang dibentuk bulat-bulat kecil, bubur mutiara, serta bubur kacang hijau.
"Setiap tahun di bulan Safar kami selalu menjual Bubur Safar aneka macam ini. Jadi konsumen enak sekali karena dalam satu porsi bisa menikmati lima macam varian. Namun ada juga pembeli yang hanya meminta dua macam saja, yaitu bubur tepung ketan dan bubur cennil yang memang menjadi varian asli sejak zaman dulu," kata Evi, Kamis 16 Juli 2026
Menurut Evi, seluruh dagangannya hampir selalu habis terjual karena hingga kini masyarakat masih membudayakan tradisi Bubur Safar. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, tradisi tersebut juga menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarganya.
"Alhamdulillah dagangan selalu habis karena masyarakat masih menjaga tradisi ini. Dari penjualan Bubur Safar ini lumayan bisa menambah uang belanja," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....