Kearifan Lokal Bertemu Inovasi, VCO Bali Menjadi Produk Bernilai Tinggi

  • 16 Jul 2026 13:55 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Di balik sebotol Virgin Coconut Oil (VCO) tersimpan cerita panjang tentang kekayaan alam, pengetahuan leluhur, dan inovasi yang terus berkembang. Di Bali, kelapa tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan atau pelengkap upacara adat, tetapi juga diolah menjadi produk kesehatan bernilai ekonomi tinggi tanpa meninggalkan akar budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Dalam acara Teras UMKM pada Selasa, 14 Juli 2026, Ketua devisi promosi PT Gedong Dalem Utama, Komang Agus Triadi Putra, menjelaskan bahwa masyarakat Bali sejak lama mengenal kelapa sebagai tanaman serbaguna. Hampir seluruh bagiannya, mulai dari akar, batang, daun, hingga buah, dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam tradisi pengobatan Bali, kelapa dipercaya memiliki berbagai khasiat yang tercatat dalam naskah kuno, seperti Lontar Kelapa Tatwa.

"Kelapa merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki manfaat dalam pengobatan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi," ujarnya.

Pengetahuan tradisional tersebut kini dipadukan dengan teknologi pengolahan modern melalui produksi Virgin Coconut Oil (VCO). Berbeda dengan minyak kelapa biasa, VCO dihasilkan dari sari pati kelapa murni sehingga kandungan alaminya tetap terjaga.

Agus Triadi menegaskan bahwa produk VCO yang dikembangkan perusahaannya memiliki keunikan tersendiri karena memanfaatkan konsep 108 jenis kelapa Bali (Nyuh Madan) yang dikenal dalam tradisi masyarakat Bali.

"Setiap jenis kelapa memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda. Kami berupaya mengangkat pengetahuan lokal tersebut menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui pengolahan VCO tanpa menghilangkan filosofi yang diwariskan leluhur," jelasnya.

Transformasi pengetahuan lokal menjadi produk inovatif menunjukkan bahwa warisan budaya tidak harus berhenti sebagai cerita masa lalu. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut dapat berkembang menjadi produk yang memiliki daya saing, sekaligus memperkenalkan kearifan Bali kepada masyarakat yang lebih luas.

Di tengah meningkatnya minat terhadap produk berbahan alami, VCO menjadi contoh bagaimana kekayaan hayati dan budaya dapat saling menguatkan. Ketika inovasi bertemu dengan kearifan lokal, kelapa Bali tidak hanya menjadi simbol kehidupan masyarakat Pulau Dewata, tetapi juga menjadi produk bernilai tinggi yang membawa manfaat bagi kesehatan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....