Unyui, Kue Jadul yang Tetap Unggul

  • 29 Mei 2026 10:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Di tengah maraknya kuliner modern dan makanan viral, UMKM lokal asal Banjarbaru justru memilih mempertahankan cita rasa tradisional. Caranya, yakni melalui sentuhan inovasi.

Hal itu dilakukan Owner Aneka Kue Jadul Siap Saji Unyui, Nurachmi Deasy Iriani. Saat siaran Ruang UMKM Pro4 RRI Banjarmasin dengan tema “Unyui, Jadul Rasa Unggul”, Nurachmi berbagi kisah dalam mengangkat kembali pamor wadai khas Banjar.

Menurut Nurachmi, nama “Unyui” diambil dari nama panggilan kesayangan anaknya dan telah resmi terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sejak 2019. Ia mengatakan konsep “jadul rasa unggul” dipilih karena ingin mempertahankan eksistensi kue tradisional agar tetap diminati lintas generasi.

“Kami fokus pada kue-kue jadul yang berakar dari budaya kuliner Banjar, tetapi diberi sentuhan modern supaya tetap menarik untuk anak muda,” ujarnya, Senin, 26 Mei 2026.

Berbagai produk khas Banjar seperti roti gambung, roti pisang, bingka gula habang, hingga wadai ipau menjadi andalan Unyui. Tidak hanya mempertahankan rasa tradisional, inovasi juga dilakukan melalui tambahan topping.

"Tambahan topping se[erti keju, cokelat, hingga tape ketan agar lebih variatif dan relevan dengan selera masa kini," katanya.

Nurachmi menjelaskan usaha yang dimulai sejak 2016 itu sempat vakum saat pandemi COVID-19, akibat kondisi kesehatan dan menurunnya aktivitas usaha. Namun, dukungan pelanggan setia membuatnya kembali bangkit dan membuka gerai di kawasan Kemuning, Banjarbaru, pada 2024.

“Sayang kalau berhenti, karena pelanggan masih banyak yang mencari. Alhamdulillah akhirnya kami memberanikan diri bangkit lagi,” katanya.

Dalam sesi interaktif, pendengar Ruang UMKM, Arifin dari Banjarbaru, mengaku rutin membeli produk Unyui karena menyukai cita rasa wadai tradisional yang kualitasnya tetap terjaga. Ia berharap produk UMKM lokal Banjar semakin dikenal hingga tingkat regional.

“Wadai jadul seperti ini membawa nostalgia, apalagi rasanya tetap enak dan cocok untuk semua umur,” ujar Arifin saat dialog berlangsung.

Kini, Unyui tidak hanya melayani penjualan langsung di gerai, tetapi juga menerima berbagai pesanan wadai tradisional secara daring. Dengan harga mulai Rp2.500 per buah, UMKM binaan Rumah BUMN BNI Banjarbaru itu terus berupaya menjaga keberadaan kuliner khas Banjar agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Melalui inovasi dan konsistensi menjaga kualitas, membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Kebaradaan Unyui mampu bersaing dengan tren makanan modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....