KADIN: Piala Dunia FIFA 2026 Putar Ekonomi Nasional Rp5 Triliun Lebih

  • 17 Jul 2026 11:02 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • KADIN memperkirakan Piala Dunia FIFA 2026 akan mendorong perputaran ekonomi nasional lebih dari Rp5,03 triliun dari berbagai aktivitas ekonomi selama turnamen berlangsung.
  • Nilai ekonomi tersebut berasal dari Rp1,76 triliun belanja iklan siaran, Rp850 miliar kegiatan komersial, dan Rp2,4 triliun dari sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA).
  • Survei Lokadata menunjukkan 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng dengan rata-rata pengeluaran Rp145 ribu per orang, sementara 79,9 persen memberikan penilaian positif terhadap siaran TVRI.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memperkirakan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 mendorong perputaran ekonomi nasional lebih dari Rp5,03 triliun. Nilai tersebut berasal dari berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung selama turnamen, baik melalui siaran pertandingan maupun kegiatan masyarakat.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan ajang olahraga dunia itu memberi dampak ekonomi yang dirasakan berbagai sektor usaha, mulai dari perusahaan besar hingga pelaku UMKM. "Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah," kata Kukrit.

Berdasarkan kajian KADIN, nilai ekonomi tersebut berasal dari sekitar Rp1,76 triliun belanja iklan siaran, Rp850 miliar kegiatan komersial di luar siaran, serta sekitar Rp2,4 triliun dari sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA). Perhitungan itu juga mencakup aktivitas promosi produk, penjualan perangkat elektronik, merchandise, nonton bareng, hingga berbagai kegiatan masyarakat seperti Festival Rakyat 2026.

KADIN menilai penyelenggaraan Piala Dunia juga berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain meningkatkan konsumsi, kegiatan tersebut mendorong investasi pelaku usaha pada perangkat televisi, proyektor, sistem audio, hingga fasilitas usaha makanan dan minuman.

Survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7–13 Juli 2026 menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat. Sebanyak 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng sedikitnya satu kali selama turnamen dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp145 ribu per orang selama penyelenggaraan.

Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat turut mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal, terutama bagi pelaku UMKM. "Hasil survei menunjukkan sentimen positif yang konsisten. Strategi TVRI menghadirkan siaran gratis yang mudah diakses dengan jeda iklan terbatas mampu memenuhi harapan masyarakat," ujar Suwandi.

Survei yang sama juga mencatat 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap siaran TVRI, sementara 73 persen mengaku bangga TVRI menjadi penyiar resmi Piala Dunia FIFA 2026. Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan keberhasilan penyiaran Piala Dunia tidak hanya diukur dari kualitas tayangan, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Kami bersyukur penyelenggaraan ini tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan ruang kebersamaan serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di berbagai daerah," kata Fiki.

Menurut Fiki, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, TVRI, pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai pihak menjadi faktor penting sehingga masyarakat dapat menikmati pertandingan secara gratis sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....