Inflasi di Jabar Terkendali, meski Depok Tertinggi
- 02 Jul 2026 14:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Jawa Barat pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut merupakan angka inflasi bulanan yang paling rendah di seluruh wilayah Pulau Jawa.
Secara tahunan, inflasi di Jawa Barat tercatat sebesar 3,08 persen (year-on-year/yoy). Realisasi ini dinilai lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang menyentuh angka 0,44 persen (mtm) atau 3,34 persen (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan menjelaskan bahwa terkendalinya angka ini merupakan hasil dari kerja sama yang solid. "Realisasi inflasi Jawa Barat yang tetap terkendali dan berada di rentang sasaran merupakan hasil nyata efektivitas sinergi dari seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan strategi 4K secara komprehensif," ujarnya Kamis 2 Juli 2026.
Secara bulanan, tekanan inflasi di wilayah ini dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama seperti bensin yang memberi andil 0,21 persen. Selain bensin, komoditas lain yang menyumbang inflasi adalah bawang merah sebesar 0,03 persen, bawang putih 0,02 persen, serta beras dan tomat masing-masing 0,01 persen.
Di sisi lain, peningkatan inflasi di Jawa Barat berhasil tertahan oleh andil deflasi dari beberapa komoditas pangan. Penurunan harga tersebut terjadi pada daging ayam ras sebesar -0,07 persen, telur ayam ras -0,03 persen, cabai rawit -0,02 persen, serta ikan mas dan cabai merah masing-masing -0,01 persen.
Inflasi pada Juni 2026 ini dilaporkan terjadi di seluruh kabupaten dan kota yang menjadi sampel perhitungan IHK di Jawa Barat. Kota Depok mencatatkan angka inflasi tertinggi sebesar 0,42 persen (mtm), sementara Kota Tasikmalaya menjadi wilayah dengan inflasi terendah sebesar 0,03 persen (mtm).
Untuk menjaga stabilitas tersebut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jawa Barat terus memperkuat sinergi melalui kerangka 4K. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 85 titik selama bulan Juni 2026 demi menjaga keterjangkauan harga.
Di sisi hulu, TPID juga aktif menggalakkan aktivitas panen komoditas serta gerakan tanam serentak di berbagai wilayah guna memperkuat pasokan. Selain itu, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) turut disalurkan bersamaan dengan pemberian Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) pada pelaksanaan GPM.
Guna memperkuat koordinasi, berbagai agenda strategis seperti High Level Meeting TPID Kota Depok hingga capacity building lintas daerah juga telah dilaksanakan. Komunikasi efektif kepada masyarakat juga terus dibangun, salah satunya melalui talkshow diversifikasi pangan lokal dalam rangkaian Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026.
Melalui sinergi erat ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengakselerasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Langkah strategis tersebut akan didukung dengan penguatan pemantauan harga serta berbagai upaya mitigasi demi menjaga keterjangkauan harga dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....