Rupiah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS, IHSG Anjlok 3,57 Persen
- 24 Jun 2026 21:49 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan pasar keuangan domestik kembali berada di bawah tekanan setelah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah tajam pada perdagangan, Rabu, 24 Juni 2026. IHSG terkoreksi 3,57 persen ke level 5.883,881 setelah sempat dibuka menguat dan menyentuh level tertinggi di 6.171.
Menurut Gunawan, tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Tercatat sebanyak 611 emiten mengalami penurunan, sementara hanya 98 saham yang menguat dan 104 saham bergerak stabil.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi pemberat indeks antara lain BMRI, BBRI, BBCA, BUMI, ANTM, hingga TLKM. Kondisi tersebut membuat IHSG menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pada perdagangan hari ini.
"IHSG pada hari ini juga ditutup anomali dibandingkan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang mengalami penguatan. IHSG menjadi indeks saham yang berkinerja paling buruk di kawasan Asia," kata Gunawan.
Tekanan terhadap pasar saham juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat menyentuh level Rp17.955 per dolar Amerika Serikat sebelum akhirnya ditutup melemah di posisi Rp17.925 per dolar AS.
Gunawan menjelaskan, pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang sejumlah agenda penting dari lembaga pemeringkat internasional yang akan mengumumkan penilaian terhadap kondisi ekonomi Indonesia dalam waktu dekat.
"Pelemahan rupiah juga tidak terlepas dari sejumlah agenda besar lembaga pemeringkat dunia yang akan memberikan keputusan terkait peringkat ekonomi tanah air dalam waktu dekat," ujarnya.
Sementara itu, harga emas dunia juga masih berada dalam tekanan. Emas ditransaksikan melemah ke level 4.064 dolar AS per ons troy atau setara sekitar Rp2,35 juta per gram.
Menurut Gunawan, harga emas masih tertekan oleh spekulasi pasar mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga acuan global yang dapat memengaruhi pergerakan aset safe haven dalam jangka pendek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....