AS Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran, Rupiah dan Emas Menguat

  • 13 Jun 2026 20:02 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai tercapainya kesepakatan dengan Iran memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global. Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kabar tersebut memunculkan optimisme bahwa proses perdamaian antara kedua negara akan segera diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan resmi.

Menurut Gunawan, perkembangan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya konflik antara kedua pihak masih diwarnai aksi saling serang. Bahkan, Iran disebut telah menyampaikan sejumlah persyaratan perdamaian yang diajukannya telah disetujui oleh Amerika Serikat.

Sentimen positif tersebut mendorong penguatan mayoritas bursa saham di Asia. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG juga dibuka menguat ke level 5.960 dan sejauh ini masih bertahan di zona hijau. Dengan minimnya agenda data ekonomi pada akhir pekan, pergerakan IHSG diperkirakan akan mengikuti arah penguatan bursa regional.

"Pasar saham di Asia terpantau mengalami penguatan di tengah kabar positif tersebut. IHSG juga ikut dibuka menguat di level 5.960 dan sejauh ini masih mampu bertahan di zona hijau, di tengah minimnya data ekonomi pada perdagangan akhir pekan ini," kata Gunawan, Jumat, 12 Juni 2026.

Kabar meredanya ketegangan geopolitik juga berdampak pada pasar komoditas. Harga minyak mentah dunia untuk jenis WTI maupun Brent turun dan diperdagangkan di bawah level 90 dolar Amerika Serikat per barel. Penurunan harga minyak tersebut turut menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah.

Pada sesi perdagangan pagi, rupiah tercatat menguat ke level Rp17.950 per dolar AS. Gunawan menilai meredanya tensi geopolitik untuk sementara waktu mampu mengurangi tekanan yang sebelumnya membayangi pasar keuangan global.

Sementara itu, harga emas dunia justru mengalami kenaikan tajam dan diperdagangkan di level 4.183 dolar AS per ons troy atau setara sekitar Rp2,42 juta per gram. Kenaikan harga emas didorong oleh ekspektasi meredanya tekanan inflasi seiring turunnya harga minyak mentah dunia.

"Melemahnya harga minyak mentah dunia juga turut mendorong penguatan harga emas. Emas sejauh ini diuntungkan dari ekspektasi melemahnya laju tekanan inflasi di saat minyak mentah mengalami penurunan," ujarnya.

Gunawan menambahkan, apabila proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran benar-benar terealisasi, sentimen positif tersebut berpotensi terus menopang pergerakan pasar keuangan global dalam jangka pendek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....