Rupiah Menguat Tipis, IHSG Tertekan
- 05 Jun 2026 21:03 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menyebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan besar pada perdagangan akhir pekan. Meskipun nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurutnya, IHSG ditutup melemah 4,2 persen ke level 5.594,765 atau mendekati batas Auto Reject Bawah (ARB). Padahal, pada sesi pembukaan perdagangan indeks sempat bergerak di zona hijau sebelum akhirnya tertekan hingga penutupan pasar.
"IHSG yang sempat menguat pada awal perdagangan tidak mampu mempertahankan kenaikannya dan terus tertekan hingga akhir sesi," kata Gunawan, Jumat, 6 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sebanyak 626 saham mengalami penurunan, 108 saham menguat, dan 81 saham ditutup stagnan. Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang turut membebani pergerakan indeks antara lain BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, dan AMMN.
Gunawan menilai pelemahan IHSG pada umumnya memiliki keterkaitan dengan pergerakan rupiah. Namun kondisi perdagangan kali ini menunjukkan pergerakan yang tidak sepenuhnya sejalan antara pasar saham dan pasar valuta asing.
"Secara teori terdapat hubungan dua arah antara rupiah dan IHSG. Namun karena perdagangan rupiah dibuka lebih awal dibandingkan pasar saham, pelemahan rupiah sering kali menjadi sentimen yang menjalar ke IHSG," ujarnya.
Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp18.050 per dolar AS pada sesi pagi. Namun menjelang penutupan perdagangan, mata uang Garuda berhasil berbalik arah dan ditutup menguat tipis ke level Rp18.010 per dolar AS. Meski demikian, penguatan rupiah tersebut tidak mampu mengangkat sentimen pasar saham.
"Faktanya penguatan rupiah tidak membuat IHSG ikut menguat. Justru IHSG ditutup pada posisi terlemah sepanjang sesi perdagangan berlangsung," katanya.
Sementara itu, harga emas dunia ditransaksikan menguat tipis ke level 4.463 dolar AS per ons troy atau setara sekitar Rp2,59 juta per gram. Menurut Gunawan, pergerakan harga emas pada perdagangan hari ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal dibandingkan sentimen fundamental yang berkembang di pasar global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....