Rupiah Kembali Lanjutkan Tren Pelemahan, IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau

  • 26 Mei 2026 15:40 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan-IHSG kembali dibuka melemah meskipun sejauh ini mampu berbalik dan ditransaksikan di zona hijau. Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, IHSG sempat dibuka turun di level 6.201, sejalan dengan melemahnya mayoritas bursa saham di Asia pada sesi perdagangan pagi.

"Minimnya data ekonomi membuat pelaku pasar kembali fokus pada perkembangan negosiasi damai antara Iran dengan AS," kata Gunawan, Selasa, 25 Mei 2026.

Di sisi lainnya kinerja mata uang Rupiah kembali alami pelemahan ke level 17.730 per US Dolar. Tekanan terhadap mata uang Rupiah kembali berlanjut meskipun kinerja USD index masih lebih rendah dibandingkan dengan pergerakan di pekan sebelumnya.

"Saat ini USD Index masih berada dikisaran 99, akan tetapi level tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang sempat menyentuh 99.4.Artinya tekanan pada mata uang Rupiah ini bukan sepenuhnya dikarenakan buruknya sentimen eksternal," ucap Gunawan.

Gunawan menyebut, pasar memperhitungkan kinerja ekonomi nasional, dibandingkan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator eksternal. Kabar dikeluarkannya sejumlah emiten oleh pemeringkat efek FTSE Russel tentunya memberikan beban bagi IHSG maupun Rupiah.

"Pasar obligasi akan menjadi pasar yang dijadikan tolak ukur investor. Tekanan pada neraca pembayaran yang diikuti oleh tekanan jual pada pasar obligasi bisa menjadi gambaran bagaimana tekanan yang akan dialami oleh rupiah di waktu yang bersamaan sehingga tekanan pada Rupiah saat ini justru akan kian memaksa BI menaikkan bunga acuannya," ujar Gunawan.

Gunawan menambahkan kebijakan BI kedepan masih cenderung bernada hawkish nantinya. Selama kebijakan fiskal harus direspon dengan kebijakan moneter, maka tren kebijakan fiskal akan menggiring kebijakan moneter yang bernada hawkish.

Sementara, harga emas dunia ditransaksikan dikisaran $4,538 per ons troy, tidak bernajak jauh dari perdagangan sebelumnya atau ditransaksikan dikisaran harga 2.6 juta per gram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....