Triwulan I 2026, OJK Tasikmalaya Edukasi 10 Warga Tentang Keuangan
- 22 Mei 2026 19:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya- Sepanjang triwulan I tahun 2026, OJK Tasikmalaya telah melaksanakan 20 kegiatan edukasi keuangan dengan total 10.991 peserta, yang mencakup segmen masyarakat umum, pelajar/mahasiswa, perempuan/Ibu Rumah Tangga dan profesional serta disabilitas. Selain itu di tahun ini, OJK Tasikmalaya mengoptimalkan kegiatan edukasi keuangan yang memberikan dampak “multiplier effect” antara lain kegiatan Training of Trainers Kepada Penyuluh Agama di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis serta kolaborasi edukasi keuangan generasi muda bersama Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, di sisi pelindungan konsumen sebanyak 494 pengaduan masyarakat di sektor jasa keuangan telah ditindaklanjuti.” Alhamdulillah tingkat penyelesaian mencapai 96,76 persen,” katanya melalui keterangannya, Jumat 22 Mei 2026.
Ia juga mengatakan, selain itu, layanan Sistem Informasi Keuangan (SLIK) OJK mencatat penyelesaian 2.921 permintaan. “ Ini terdiri atas 1.826 permintaan secara langsung (walk in) dan 1.095 permintaan secara daring,” ujarnya.
Nofa memastikan, OJK Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola, manajemen risiko, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi sektor jasa Keuangan. Hal ini tentunya guna memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat.
“Sehingga sektor jasa keuangan di Priangan Timur semakin solid, adaptif, dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu sebelumnya OJK Tasikmalaya juga memastikan, kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Tasikmalaya hingga Maret 2026 terjaga stabil. Hal ini seiring kinerja perekonomian nasional yang tumbuh positif.
Kinerja Perbankan di Priangan Timur menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin pada posisi Maret 2026 adanya pertumbuhan aset sebesar 3,78 persen (yoy) mencapai Rp3,27 triliun, peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,91 persen (yoy) mencapai Rp2,37 triliun, serta pertumbuhan kredit sebesar 1,89 persen (yoy) mencapai Rp1,06 triliun.
Fungsi intermediasi juga tetap berjalan secara berkelanjutan dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang masih terjaga dalam batas terkendali. Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi meningkat sebesar 14,96 persen (yoy), diikuti kredit konsumsi meningkat 5,35 persen (yoy), namun kredit modal modal kerja terkontraksi sebesar 7,41 persen (yoy).
Peningkatan pembiayaan investasi tersebut didorong oleh membaiknya optimisme pelaku usaha sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif terjaga pada awal tahun 2026. Peningkatan investasi, baik di tingkat regional Jawa Barat dan Priangan Timur, mendorong permintaan terhadap pembiayaan jangka panjang, khususnya untuk pengadaan barang modal dan pengembangan kapasitas usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....