OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga
- 06 Mei 2026 20:17 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 April 2026 menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah dinamika global. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan kondisi ini masih menghadapi ketidakpastian geopolitik dunia yang berlanjut.
Friderica menjelaskan ketegangan geopolitik global masih terjadi meskipun ada gencatan senjata Iran dengan AS dan Israel. Penutupan Selat Hormuz akibat blokade membuat distribusi energi global terganggu dan harga minyak tetap bergejolak tinggi.
“IMF dalam World Economic Outlook April 2026 memangkas proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,1 persen pada 2026. Risiko stagflasi meningkat akibat fragmentasi geopolitik tekanan utang dan gangguan rantai pasok global yang masih berlanjut,” ucap Friderica dalam konferensi pers hasil RDKB di Jakarta secara virtual, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menyebut ekonomi Amerika Serikat melemah pada kuartal I-2026 dengan inflasi meningkat akibat harga barang dan energi. The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam rapat Federal Open Market Committee akhir April 2026.
Sementara itu, Tiongkok mencatat pertumbuhan 5,0 persen pada kuartal I-2026 didukung ekspor dan sektor manufaktur. Namun momentum pertumbuhan mulai melemah karena ekspor melambat dan permintaan domestik belum menunjukkan penguatan signifikan.
"Di dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh solid sebesar 5,61 persen ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Indeks Keyakinan Konsumen tetap optimis meski melandai dengan penjualan ritel tumbuh 2,4 persen secara tahunan," katanya.
Friderica mengatakan stabilitas sektor keuangan tetap kuat di tengah ketidakpastian global yang tinggi. Cadangan devisa tercatat USD148,2 miliar dengan neraca perdagangan surplus USD1,2 miliar mendukung ketahanan eksternal nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....