Harga Minyak Naik, IHSG dan Rupiah Tertekan

  • 24 Apr 2026 19:05 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan kinerja manufaktur AS mengalami kenaikan pada bulan April. Rilis data S&P Global Manufacturing PMI AS naik menjadi 54.0, dari posisi sebulan sebelumnya di level 52.3.

"Data tersebut nyatanya tidak menjadi katalis positif bagi bursa saham Dow Jones yang justru ditutup di teritori negatif. Disisi lain, bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini juga terpantau alami pelemahan," Ucap Gunawan, Jumat 24 April 2026.

Ia menuturkan, IHSG ikut terseret dan dibuka melemah di level 7.378 pada sesi pembukaan. Selain dikarenakan seituasi geopolitik yang memburuk dan membebani kinerja IHSG, tekanan yang dialami IHSG juga datang dari lembaga pemerintah internasional Fitch Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit empat bank besar di Tanah Air.

"Pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per US Dolar sebelumnya juga turut memicu koreksi pada kinerja IHSG sebelumnya. Sesi perdagangan pagi ini, Rupiah kembali ditransaksikan melemah dikisaran level 17.285 per US Dolar," ujar Gunawan.

Rupiah mengalami tekanan seiring dengan kenaikan kinerja USD index ke kisaran level 98.8 pagi ini. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga terpantau mengalami kenaikan dikisaran 4.3 persen, yang akan menambah kemampuan US Dolar untuk menguat terhadap mata uang rivalnya.

"Tekanan yang dialami pasar keuangan tidak terlepas dari kenaikan harga minyak mentah yang saat ini naik di level $107 per barel untuk jenis minyak brent. Tidak hanya menekan pasar keuangan, pasar komoditas juga alami tekanan, dimana emas turun ke kisaran level $4.700 per on story, atau sekitar 2.62 juta per gram," kata Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....