Rupiah Cetak Level Terburuk Sepanjang Sejarah, IHSG Ditutup Menguat

  • 17 Apr 2026 20:29 WIB
  •  Medan

RRI.Co.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pasar keuangan domestik masih dibayangi tekanan eksternal meski IHSG berhasil ditutup di zona hijau pada akhir pekan. IHSG ditutup menguat tipis 0,17 persen di level 7.634,004.

Kinerja ini berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang justru berakhir melemah. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat terkoreksi hingga level 7.607 sebelum akhirnya kembali menguat.

“Penguatan IHSG menunjukkan masih adanya minat beli selektif di pasar. Meskipun tekanan dari regional dan pelemahan rupiah sempat menyeret indeks ke zona merah,” ujar Gunawan, Jumat 17 April 2026.

Sejumlah saham yang menopang penguatan indeks antara lain BBRI, ADRO, EMAS, BREN, dan ASII. Gunawan menyebut, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 17.180 per dolar AS.

Ia mengatakan, sepanjang perdagangan, rupiah bahkan sempat menyentuh 17.193 per dolar AS. Kondisi ini menjadi level terlemah sepanjang sejarah.

Menurutnya, secara teknikal pelemahan rupiah berpotensi tertahan di area psikologis 17.200 per dolar AS. Namun secara fundamental, arah rupiah masih sangat bergantung pada perkembangan geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah.

“Jika tensi geopolitik meningkat, tekanan terhadap rupiah masih bisa berlanjut. Sebaliknya jika muncul sinyal damai, Rupiah berpeluang mendapatkan ruang penguatan,” ucapnya.

Sementara itu, harga emas dunia bergerak stabil di kisaran 4.792 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,66 juta per gram. Investor masih cenderung wait and see menjelang lanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....