Harga Emas Masih Stabil, IHSG dan Rupiah Berbeda Arah

  • 13 Apr 2026 21:39 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan pergerakan pasar keuangan global dan domestik saat ini masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Khususnya setelah gagalnya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut turut memengaruhi mayoritas bursa saham di Asia dan Eropa yang ditutup melemah. Namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak berbeda arah dengan ditutup menguat 0,56 persen di level psikologis 7.500.

“IHSG bergerak anomali di tengah tekanan global, dengan sejumlah saham seperti ADRO, PTRO, CUAN, ENRG hingga BNBR menjadi pendorong penguatan,” ujar Gunawan, Senin, 13 April 2026.

Di sisi lain, lanjut Gunawan, nilai tukar Rupiah justru mengalami tekanan dan ditutup melemah di level 17.095 per dolar AS, setelah sempat menyentuh level 17.135.

“Tekanan Rupiah mulai mereda seiring pelemahan USD Index yang berada di kisaran 98,9 pada sesi perdagangan sore,” katanya.

Menurutnya, pelaku pasar saat ini masih mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah serta potensi langkah lanjutan dari Iran dan Amerika Serikat.

“Ketidakpastian masih menghantui pasar, sehingga pergerakan pasar keuangan ke depan masih akan sangat volatile,” ucapnya.

Sementara itu, harga emas dunia terpantau relatif stabil di kisaran 4.720 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,6 juta per gram.

“Harga emas masih cenderung stabil karena pasar Amerika belum dibuka, namun berpotensi bergerak volatile merespons meningkatnya tensi geopolitik,” kata Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....