IHSG dan Emas Melonjak, Rupiah Ditutup Menguat di Atas 17.000 per Dolar AS

  • 08 Apr 2026 20:48 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan penguatan signifikan terjadi di pasar keuangan domestik seiring membaiknya sentimen global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 8 April 2026 ditutup melonjak 4,42 persen ke level 7.279,209.

Penguatan tersebut tidak terlepas dari meredanya tensi geopolitik setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang berlaku selama dua pekan.

“Gencatan senjata ini menjadi katalis positif yang mendorong penguatan pasar saham, setelah sebelumnya pasar mengalami tekanan cukup besar akibat konflik geopolitik,” ujar Gunawan.

Selain IHSG, nilai tukar Rupiah juga menunjukkan kinerja positif. Rupiah sempat menguat hingga ke level Rp16.980 per dolar AS, meskipun pada penutupan perdagangan berada di level Rp17.005 per dolar AS. Penguatan ini turut dipengaruhi oleh melemahnya indeks dolar AS (USD Index) yang berada di kisaran 98,8.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia yang bertahan di kisaran 93 hingga 94 dolar AS per barel turut memberikan sentimen terhadap pergerakan harga emas. Pada perdagangan sore, harga emas dunia tercatat menguat ke level 4.785 dolar AS per ons troy.

Jika dikonversikan ke rupiah, harga emas saat ini berada di kisaran Rp2,63 juta per gram. Gunawan menilai, tren kenaikan emas masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, setidaknya hingga masa gencatan senjata berakhir.

“Selama ketidakpastian geopolitik masih ada, harga emas cenderung bergerak dalam tren naik. Namun jika situasi memburuk, emas masih bisa mengalami tekanan terbatas,” katanya.

Ia menambahkan, apabila tensi geopolitik membaik dalam dua pekan ke depan, maka harga emas berpeluang melanjutkan tren bullish dan mencoba menembus level psikologis 5.000 dolar AS per ons troy dalam waktu dekat.

“Sebaliknya, arah pergerakan emas akan sangat ditentukan oleh perkembangan geopolitik. Ini yang akan menjadi faktor utama bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan,” ucap Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....