Rupiah dan IHSG Masuk ke Zona Merah imbas Perang AS-Iran

  • 28 Mar 2026 08:48 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Harga minyak mentah dunia sejauh ini masih bertahan dibandingkan dengan harga pada perdagangan sore kemarin. Harga minyak jenis brent masih berada dikisaran $105 per barel.

Sejumlah indiaktor keuangan AS seperti imbal hasil US Treasury 10 Tahun ditambah dengan USD Index terpantau alami penguatan. Imbal hasil US Treasury 10 tahun berada di level 4.4%, sementara USD Index menguat ke level 99.86.

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan dua indikator tersebut memberikan ruang tekanan pada mata uang Rupiah. Di sesi perdagangan mata uang rupiah ditransaksikan melemah ke level 16.930 per US Dolar.

"Mayoritas bursa saham di Asia yang ditransaksikan di zona merah memicu pelemahan IHSG di sesi pembukaan. Pada sesi perdagangan pagi ini IHSG dibuka melemah ke level 7.136," ucap Gunawan, Jumat, 27 Maret 2026.

Sentimen yang menjadi fokus perhatian pelaku pasar saat ini adalah sikap Iran yang tidak menginginkan adanya negosiasi langsung dengan AS. Langkah Iran tersebut menegaskan bahwa de-eskalasi perang masih jauh dari harapan.

"Perang berpeluang berlanjut meskipun ada upaya dari AS yang menawarkan negosiasi, dan memperpanjang tenggat waktu menjadi 10 hari sebelum terjadi serangan lebih lanjut," kata Gunawan.

Terpisah harga emas dunia tertekan dibawah level $4.500 per ons troy. Harga emas terpantau bergerak turun ke kisaran level $4.387 per ons troy, atau sekitar 2.4 juta per gram.

"Sejauh ini pelaku pasar komoditas khususnya emas masih meragukan adanya kemungkinan gencatan senjata dari kedua belah pihak dalam waktu dekat nanti," ujar Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....