Lonjakan Harga Minyak Tekan IHSG, Rupiah Menguat
- 26 Mar 2026 22:42 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pergerakan pasar keuangan global memberi tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026. Setelah sempat dibuka menguat, IHSG akhirnya terkoreksi 1,89 persen ke level 7.164,091, seiring lonjakan harga minyak mentah dunia.
Pengamat ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga minyak menjadi faktor utama yang menekan pasar saham, termasuk di kawasan Asia.
“Kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus kisaran 105 dolar AS per barel menjadi sentimen negatif bagi pasar saham, sehingga IHSG ikut terkoreksi,” ujar Gunawan.
Gunawan menjelaskan sepanjang sesi perdagangan, harga minyak jenis Brent tercatat naik dari kisaran 102 dolar AS per barel pada pagi hari hingga mencapai 105,9 dolar AS pada sore hari. Kondisi ini turut menekan sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BUMI, BMRI, BBRI, TLKM, ANTM, hingga BBNI yang bergerak di zona merah.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah justru menunjukkan penguatan. Rupiah ditransaksikan di level Rp16.895 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.870 sebagai level terkuat pada perdagangan hari ini.
“Rupiah sebenarnya sempat menguat signifikan. Namun tekanan dari lonjakan harga minyak membuat penguatannya terbatas di akhir sesi,” katanya.
Sementara itu, harga emas dunia juga mengalami koreksi dan berada di kisaran 4.442 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,42 juta per gram. Tekanan terhadap emas dipicu oleh kekhawatiran inflasi yang berpotensi menunda kebijakan penurunan suku bunga acuan.
“Emas masih berada dalam tekanan karena proyeksi inflasi yang tinggi. Meskipun tetap ditopang oleh pembelian bank sentral dan kondisi geopolitik,” ucapnya.
Gunawan menilai dalam jangka pendek pergerakan harga emas masih akan cenderung fluktuatif dan berlawanan arah dengan harga minyak mentah yang sedang menguat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....