Harga Minyak di Atas $100, IHSG Melemah dan Rupiah Dekati 17.000
- 16 Mar 2026 11:47 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai tekanan pada pasar keuangan domestik terjadi seiring memburuknya sentimen global, terutama kenaikan harga minyak mentah dunia yang bertahan di atas 100 dolar AS per barel.
“Indeks Harga Saham Gabungan pada sesi pembukaan perdagangan awal pekan ini dibuka melemah di level 7.115 dan sejauh ini sudah terkoreksi sekitar 1,5 persen,” ujar Gunawan, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi geopolitik global yang turut menekan kinerja bursa saham di kawasan Asia.
Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah dunia memicu kekhawatiran pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global, sehingga menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.
Di sisi lain, rilis data inflasi dari Amerika Serikat yang relatif stabil belum mampu menjadi katalis positif bagi pasar. Data tersebut justru memunculkan spekulasi bahwa Federal Reserve dapat mengambil sikap lebih dovish terhadap kebijakan moneternya pada 2026.
Selain pasar saham, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah. Mata uang rupiah pada awal pekan ini diperdagangkan di kisaran Rp16.980 per dolar AS dan masih berkonsolidasi mendekati level Rp17.000 per dolar AS.
“Rupiah berpeluang ditransaksikan di level 17.000 dengan situasi sekarang. Terlebih harga valas dalam bentuk bank notes kerap lebih tinggi dibandingkan dengan acuan harga pasar valas pada umumnya,” kata Gunawan.
Ia menilai rupiah masih berpeluang bertahan di kisaran level tersebut hingga penutupan perdagangan.
Sementara, harga emas dunia tercatat turun ke level sekitar 5.012 dolar AS per ons troy atau setara sekitar Rp2,75 juta per gram.
Gunawan mengatakan kenaikan harga minyak mentah yang bertahan di atas 100 dolar AS per barel kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi peningkatan inflasi global.
Meski demikian, ia memperkirakan harga emas masih akan bertahan di atas level 5.000 dolar AS per ons troy sembari menunggu perkembangan pergerakan harga minyak mentah dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....