Rupiah dan IHSG Melemah, Emas Terkoreksi
- 06 Mar 2026 09:59 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan pergerakan pasar keuangan pada perdagangan hari ini kembali mengalami tekanan seiring memburuknya sentimen global dan regional.
“Data initial jobless claims Amerika Serikat menunjukkan kinerja yang sedikit lebih baik dari ekspektasi pasar, dengan klaim pengangguran berada di angka 213 ribu dibandingkan perkiraan sebelumnya sebanyak 215 ribu,” ujar Gunawan, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, data tersebut tidak memberikan perubahan besar terhadap arah pergerakan pasar saham di Amerika Serikat. Bursa saham Dow Jones bahkan tercatat ditutup melemah pada perdagangan terakhir.
Tidak jauh berbeda dengan pasar saham Amerika Serikat, mayoritas bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan hari ini juga bergerak di zona merah. Kondisi tersebut turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah di level 7.699.
Menurut Gunawan, pelemahan IHSG terjadi di tengah memburuknya sentimen regional Asia. Selain itu, pelaku pasar di dalam negeri juga menantikan rilis data neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan keluar dalam waktu dekat.
Dari sisi domestik, peningkatan cadangan devisa dinilai dapat membantu meredam kekhawatiran pasar, terutama setelah terjadi kenaikan harga minyak mentah dunia serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu konflik geopolitik.
Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah tercatat melemah ke level Rp16.910 per dolar AS. Gunawan menilai konflik yang masih berlangsung masih menjadi katalis negatif bagi pasar keuangan secara keseluruhan.
Di sisi lain, kondisi geopolitik tersebut juga memberikan dampak terhadap pergerakan harga emas dunia. Harga emas saat ini masih mampu bertahan di atas level 5.100 dolar AS per ons troy atau berada di kisaran 5.131 dolar AS per ons troy.
Namun demikian, Gunawan mengatakan harga emas mengalami tekanan terbatas setelah kenaikan harga minyak mentah memicu potensi inflasi yang lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilai menguntungkan dolar AS karena membuka kemungkinan penundaan pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat.
Sementara itu di pasar domestik, harga emas saat ini masih bertahan di kisaran Rp2,8 juta per gram dengan kecenderungan melemah tipis. Gunawan menilai pergerakan emas ke depan masih akan sangat dinamis di tengah perkembangan konflik global.
“Jika perang masih berlanjut maka secara fundamental emas memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan,” kata Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....