Pasar Keuangan Alami Technical Rebound, Harga Emas Stabil

  • 05 Mar 2026 11:23 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pergerakan pasar keuangan pada perdagangan hari ini cenderung mengalami technical rebound di tengah minimnya agenda ekonomi besar yang mempengaruhi pasar. Menurutnya, pelaku pasar saat ini lebih banyak mencermati perkembangan isu geopolitik serta kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

“Pada perdagangan hari ini tidak ada agenda ekonomi besar yang secara langsung mempengaruhi kinerja pasar keuangan. Sentimen pasar lebih banyak datang dari kemungkinan penerapan tarif impor Amerika Serikat sebesar 15 persen pada pekan ini,” ujar Gunawan.

Ia menjelaskan, kebijakan tarif impor tersebut menjadi salah satu isu yang cukup diperhatikan oleh pelaku pasar global. Selain itu, pasar juga masih memantau perkembangan konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Israel yang hingga kini masih berlangsung dan menjadi sentimen utama penggerak pasar.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham pada perdagangan pagi ini terlihat bergerak di zona hijau. Sementara itu di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan tercatat menguat secara teknikal di level 7.695 dan berpotensi bergerak mengikuti pola penguatan bursa saham Asia secara umum.

“Dengan minimnya sentimen ekonomi global, pasar saham cenderung bergerak mengikuti arah pergerakan regional. IHSG sejauh ini masih berpeluang melanjutkan penguatan selama bursa Asia tetap bergerak positif,” ucapnya.

Gunawan mengatakan dari sisi pasar mata uang, US Dollar Index terpantau melemah ke kisaran level 98,78. Sementara itu imbal hasil US Treasury 10-year yield justru mengalami kenaikan di kisaran 4,096 persen.

Menurutnya, pergerakan tersebut turut memengaruhi nilai tukar rupiah. Mata uang rupiah pada perdagangan hari ini terlihat menguat terhadap dolar Amerika Serikat dan diperdagangkan di kisaran Rp16.865 per dolar AS, dengan proyeksi pergerakan berada dalam rentang Rp16.830 hingga Rp16.890 per dolar AS.

Gunawan menyebut harga emas dunia masih bergerak stabil di kisaran 5.165 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,8 juta per gram. Gunawan menilai stabilnya harga emas tidak terlepas dari perkembangan konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

“Perang Iran dan Israel yang telah berlangsung sekitar enam hari membuat harga emas tetap relatif stabil. Namun tren kenaikannya masih tertahan oleh ekspektasi inflasi yang berpotensi membuat bank sentral Amerika Serikat menunda pemangkasan suku bunga acuannya,” kata Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....