Harga Emas Sempat Tembus 5.200 Dolar, IHSG Rawan Koreksi
- 24 Feb 2026 10:25 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatra Utara (Sumut) Gunawan Benjamin menilai pergerakan pasar keuangan global pada Selasa, 24 februari 2026 masih dibayangi tekanan eksternal meskipun sejumlah bursa Asia bergerak di zona hijau. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek.
Gunawan menyebut keputusan Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBoC) yang mempertahankan suku bunga pinjaman di level 3 persen belum memberi dampak signifikan terhadap pasar regional.
“Bursa saham di China seperti Shanghai dan Shenzhen memang menguat, tetapi Hang Seng justru terkoreksi. Artinya respons pasar masih cenderung terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mayoritas bursa Asia pada perdagangan hari ini ditransaksikan di zona hijau. Sementara itu, IHSG dibuka menguat ke level 8.428 pada sesi pagi. Meski demikian, penguatannya dinilai masih tipis dan membuka peluang terjadinya tekanan lanjutan.
“IHSG berpeluang bergerak dalam rentang 8.370 hingga 8.450. Jika tekanan meningkat, maka indeks rawan kembali masuk ke zona merah,” ucapnya.
Di sisi lain, Gunawan menyebut pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian pasar. Rupiah ditransaksikan melemah ke level 16.820 per dolar Amerika Serikat, seiring penguatan indeks dolar AS yang mendekati level 98 atau berada di kisaran 97,8.
“Selama indeks dolar masih menguat, rupiah berpeluang bertahan di atas 16.800 per dolar AS pada sesi perdagangan hari ini,” katanya.
Untuk komoditas, harga emas pada perdagangan pagi di Asia turun ke kisaran 5.167 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,8 juta per gram. Namun pada sesi perdagangan Amerika sebelumnya, harga emas sempat ditransaksikan di kisaran 5.220 dolar AS per ons troy.
“Emas sempat menembus level psikologis 5.200 dolar AS per ons, meskipun kemudian terkoreksi di sesi Asia. Jika dibandingkan dengan perdagangan sore kemarin, posisinya masih lebih tinggi. Ketegangan geopolitik yang memanas tetap menjadi pemicu utama lonjakan harga emas,” kata Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....