Emas Kembali Rekor, IHSG dan Rupiah Tetap Menguat

  • 26 Jan 2026 18:35 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Harga emas dunia melanjutkan tren penguatan pada perdagangan awal pekan ini. Ketidakpastian perdagangan global dan geopolitik menjadi pemicu utama naiknya harga emas.

Pengamat ekonomi Sumatra Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, mengatakan pada sesi perdagangan sore, Senin 26 Januari 2026, harga emas dunia ditransaksikan di kisaran US$5.092 per ons troy, atau sekitar Rp2,76 juta per gram.

Menurutnya, pelaku pasar tengah mencermati pernyataan Presiden Amerika Serikat yang mengancam akan menaikkan tarif impor ke Kanada hingga 100 persen. Selain itu, ketegangan di Timur Tengah serta ketidakpastian hubungan geopolitik antara AS dan Eropa turut memperkuat permintaan emas.

Risiko penutupan pemerintahan AS juga kembali mencuat seiring rencana pe mblokiran RUU pendanaan oleh Partai Demokrat.

“Kombinasi sentimen negatif tersebut membuat investor cenderung mengakumulasi emas dibandingkan aset berisiko lainnya,” ujar Gunawan.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat di level Rp16.770 per dolar AS. Rupiah menguat di tengah memburuknya sejumlah indikator keuangan AS, seperti indeks dolar dan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun.

"Fokus pelaku pasar selanjutnya tertuju pada kebijakan moneter The Fed pekan ini,” katanya.

Seiring dengan penguatan rupiah, Gunawan juga menyebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat 0,27 persen ke level 9.058, meski mayoritas bursa saham Asia berakhir melemah. Menurutnya, IHSG sempat ikut terseret pelemahan dan menyentuh level terendah 8.923, sebelum berbalik menguat dan berada di level tertingginya di 9.058.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....