Filosi Peduli Lingkungan, Investasi Jangka Panjang Wujudkan Kupang Hijau
- 20 Jul 2026 15:12 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan PT Filosi Exider Inovasi melalui kegiatan "Filosi Peduli Lingkungan" dengan menanam 500 bibit pohon di kawasan bantaran Kali Liliba di Kota Kupang, Senin, 20 Juli 2026. Aksi ini merupakan bagian dari target penanaman 1.000 pohon yang akan dilanjutkan di Flores dan Kefamenanu (Kefa).
Direktur PT Filosi Exider Inovasi, Erwin Alexander, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bentuk investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang. "Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga kelestarian lingkungan agar tetap hijau, menghasilkan udara yang sehat, serta membantu mengurangi risiko bencana. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi acara sesaat, tetapi menjadi budaya yang terus dilakukan oleh semua pihak," ujarnya.
Erwin menjelaskan, lokasi penanaman dipilih di bantaran kali Liliba karena dinilai memiliki peluang hidup yang lebih baik bagi bibit pohon di tengah musim kemarau. Seluruh bibit yang ditanam merupakan bibit tanaman kehutanan.
"Kami menargetkan total 1.000 pohon. Hari ini ditanam 500 pohon, sementara sisanya akan kami tanam di Flores dan Kefa," katanya.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, Polresta Kupang Kota, media, perusahaan logistik JNE, Genre NTT, organisasi mahasiswa pecinta alam, hingga berbagai komunitas lingkungan. Mewakili Polresta Kupang Kota, Kasat Samapta Polresta Kupang Kota, AKP Steven Bessi, S.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Filosi yang dinilai sejalan dengan upaya menjaga kawasan hijau di Kota Kupang.
"Kami sangat berterima kasih karena ada kepedulian terhadap lingkungan. Jika kawasan seperti bantaran sungai ini tidak dihijaukan, maka akan gundul dan berpotensi menyebabkan longsor," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Polresta Kupang Kota menerjunkan satu peleton atau sekitar 30 personel untuk turut serta melakukan penanaman pohon. Ia berharap kegiatan penghijauan terus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
"Kami juga mengajak anak-anak muda agar lebih peduli terhadap lingkungan, ikut menghijaukan daerahnya, serta menghindari penebangan liar," ujarnya menambahkan.
Apresiasi juga datang dari Komunitas Sahabat Alam Nusa Tenggara Timur. Perwakilan komunitas, Febrianto Bintara, menilai aksi yang dilakukan Filosi menjadi contoh bahwa perusahaan di luar sektor lingkungan pun dapat mengambil peran dalam pelestarian alam.
"Ini langkah yang sangat progresif. Filosi memang bergerak di bidang pemasaran digital dan elektronik, tetapi tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan melalui aksi penanaman pohon," ujarnya.
Menurut Febrianto, gerakan penghijauan menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kerusakan lingkungan yang memicu berbagai bencana di Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana, seperti menanam pohon di halaman rumah, yang dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang.
"Satu pohon yang kita tanam hari ini mungkin belum terasa manfaatnya sekarang, tetapi beberapa tahun ke depan anak cucu kita yang akan menikmati hasilnya. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama," katanya.
Selain mengapresiasi aksi penghijauan, Sahabat Alam juga menyoroti persoalan sampah di Kota Kupang yang dinilai masih menjadi tantangan besar. Menurut Febrianto, kesadaran masyarakat perlu dibarengi dengan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai dari pemerintah.
"Hari ini kita masih mudah menemukan tumpukan sampah di berbagai sudut Kota Kupang. Kesadaran masyarakat penting, tetapi pemerintah juga harus menyediakan fasilitas pengelolaan sampah, tempat sampah, serta edukasi mengenai pengelolaan limbah," kata Febrianto menjelaskan.
Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penghijauan, tetapi juga mencakup perlindungan tanah, laut, udara, hingga pengelolaan sampah dan limbah. Melalui kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, aparat keamanan, komunitas, media, dan masyarakat, aksi Filosi Peduli Lingkungan diharapkan menjadi gerakan bersama dalam membangun Kota Kupang yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....