KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel B50
- 02 Jul 2026 17:17 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan, seluruh sarana berbasis diesel yang dioperasikan perusahaan, siap menerapkan penggunaan biodiesel B50. Seiring diberlakukannya kebijakan mandatori biodiesel oleh pemerintah, mulai 1 Juli 2026.
Kesiapan itu mencakup lokomotif maupun kereta pembangkit. Yang menjadi bagian penting, dalam operasional perjalanan kereta api berbahan bakar diesel.
Dilansir dari antaranews.com, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan kesiapan itu merupakan bentuk dukungan perusahaan, terhadap kebijakan pemerintah, dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Sekaligus mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan, di sektor transportasi.
"Seluruh tahapan penerapan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasional. Dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.
Sebelum penerapan secara penuh, KAI telah melaksanakan berbagai pengujian teknis, terhadap penggunaan biodiesel B50. Pengujian itu meliputi evaluasi performa mesin, konsumsi bahan bakar, tingkat emisi, hingga ketahanan sarana dalam berbagai kondisi operasional.
"Langkah ini dilakukan untuk memastikan, bahwa penggunaan B50 tidak mengganggu kelancaran layanan kereta api penumpang. Maupun angkutan logistik," katanya.
Anne Purba menyampaikan, penerapan biodiesel di lingkungan perusahaan, dilakukan secara bertahap. Perjalanan penggunaan bahan bakar dimulai dari B0, kemudian meningkat menjadi B20, B30, B35, hingga B40, sebelum akhirnya beralih ke B50.
"Tahapan itu menunjukkan komitmen perusahaan, dalam mengikuti arah kebijakan energi nasional. Sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon di sektor transportasi," ucapnya.
Selain mendukung keberlanjutan lingkungan, implementasi biodiesel B50 diharapkan, mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi, sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia. Pemerintah menilai program itu dapat mengurangi ketergantungan, terhadap impor bahan bakar minyak, serta memperbesar pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri, sebagai bagian dari strategi menuju swasembada energi. (Kristison Effendi - mahasiswa magang Universitas Bunda Mulia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....