Peternak Sapi di Jakarta, Berdayakan Limbah Tempe dan Tahu

  • 24 Apr 2026 08:46 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Menjalankan bisnis peternakan di tengah padatnya pemukiman Jakarta bukan hal yang mustahil bagi Anto (38). Melanjutkan warisan usaha orang tuanya, Bang Anto kini sukses mengelola sekitar 40 ekor sapi di kawasan Jakarta Utara dengan omzet yang mencapai ratusan juta rupiah per tahun.

Bang Anto telah fokus mengelola peternakan sapi ini selama lima tahun terakhir, meski secara total usaha keluarga ini sudah berdiri selama 14 tahun. Uniknya, ia juga menjalankan usaha pabrik tempe sebagai bisnis harian.

"Usaha harian saya jualan tempe. Hasil dari tempe itu saya gunakan untuk biaya pakan harian sapi-sapi ini. Jadi semacam subsidi silang," ungkap Bang Anto ketika ditemui RRI Jakarta, Kamis 23 April 2026.

Keberadaan pabrik tempe dan tahu di sekitarnya juga mempermudah pasokan protein bagi sapi-sapinya melalui pemanfaatan ampas tahu dan tempe.

Peternakan Bang Anto menawarkan berbagai jenis sapi, mulai dari sapi lokal Jawa hingga jenis Limousin yang menjadi primadona. Ukuran sapi yang tersedia pun bervariasi, dengan yang terbesar mencapai bobot 1 ton.

"Untuk sapi yang 1 ton, saya buka harga di angka Rp80 juta, masih bisa nego. Sementara yang paling murah, sapi lokal Jawa, mulai dari Rp20 juta," jelasnya. Sapi-sapi ini ia datangkan langsung dari Blora, Jawa Tengah, untuk kemudian digemukkan di Jakarta selama kurang lebih 10 bulan hingga siap panen saat Iduladha.

Salah satu tantangan terbesar beternak di Jakarta adalah masalah limbah dan bau. Namun, Bang Anto memiliki trik khusus agar lingkungannya tetap nyaman bagi warga sekitar.

Ia menggunakan campuran probiotik pada pakan sapi untuk meminimalisir bau kotoran. "Selain menjaga kebersihan kandang, kita pakai probiotik. Jadi kotorannya tidak bau. Kotoran juga kita karungi dan dibuang secara rutin setiap tiga hari sekali," tambahnya.

Dalam hal kesehatan hewan, Bang Anto bekerja sama erat dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Utara. Pihak Sudin rutin memberikan dukungan berupa pemantauan kesehatan, vaksinasi, hingga pemberian multivitamin untuk memastikan sapi-sapi dalam kondisi prima.

Menjelang hari raya Iduladha, Bang Anto juga membagikan tips bagi masyarakat yang ingin membeli sapi kurban: Kesehatan: Pilih sapi yang terlihat sehat dan lincah.

Kaki: Pastikan kaki-kakinya kuat dan tidak ada cacat atau luka. Postur: Pilih sapi yang badannya gemuk dan berisi.

Tahun lalu, Bang Anto berhasil menjual hingga 70 ekor sapi. Dengan manajemen yang rapi dan pemanfaatan limbah yang efektif, ia membuktikan bahwa industri peternakan dapat tumbuh subur dan harmonis berdampingan dengan lingkungan perkotaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....