Monumen Kopi Kabupaten Bandung Simbol Penghormatan bagi Petani
- 02 Jul 2026 16:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau KDS mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, petani kopi, pelaku UMKM, komunitas kopi, akademisi, media, dunia usaha dan perbankan untuk memperkuat kolaborasi melalui konsep pentahelix. Itu guna mendongkrak kopi sebagai hasil Tani Kabupaten Bandung go international.
Keberhasilan kopi Kabupaten Bandung mendunia, lanjut KDS, tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji kopinya. Nilai tambah harus dibangun melalui pengolahan pascapanen yang baik, inovasi produk desain kemasan yang menarik, pemasaran digital, serta penguatan branding.
Selain itu, hilirisasi produk kopi harus terus dikembangkan. Itu agar manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat, mulai dari peningkatan kesejahteraan petani, tumbuhnya UMKM, berkembangnya sektor pariwisata, hingga terciptanya lapangan kerja baru.
"Saya berharap Monumen Kopi ini menjadi ikon baru Kabupaten Bandung yang mampu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan sekaligus menjadi pengingat bahwa dari Tanah Kabupaten Bandung lahir kopi-kopi terbaik dunia. Semoga monumen ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai, melestarikan dan mengembangkan potensi kopi lokal," ungkap KDS, Rabu 1 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, menjelaskan bahwa peresmian monumen kopi digabungkan dengan pameran kopi. Itu agar masyarakat tidak hanya melihat ikon baru, tetapi juga mengenal langsung produk dan kisah di baliknya.
"Kalau orang datang ke monumen, pasti bertanya: kopinya mana? Jawabannya ada di sini. Di pameran ini kita tunjukkan alur kopi dari hulu sampai hilir," jelas Zeis. Ia menambahkan bahwa antusiasme tinggi dari komunitas dan pelaku usaha dalam mempersiapkan acara dalam waktu singkat menunjukkan bahwa industri kopi di Kabupaten Bandung berkembang sangat dinamis.
Ke depannya, kawasan Monumen Kopi direncanakan akan dikembangkan menjadi destinasi wisata tematik. Yaitu yang dilengkapi ruang promosi UMKM, kafe, dan pusat oleh-oleh berbasis kopi, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....