Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan, Danone Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

  • 30 Jun 2026 19:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder (BMB) South East Asia menyelenggarakan Site Visit Asia B Corp Summit 2026 bertajuk “From Purpose to Impact: Advancing B Corp for Indonesia’s Sustainable Future” dengan tema “Multi-Stakeholder Dialogue: Driving Business as a Force for Good”.

Forum ini menjadi wadah kolaborasi bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan organisasi untuk memperkuat peran dunia usaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, APINDO, akademisi, serta para pemimpin global dari B Lab. Melalui diskusi lintas sektor, para peserta berbagi perspektif mengenai pentingnya membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Sebagai perusahaan yang telah memperoleh sertifikasi B Corp di seluruh lini bisnisnya, Danone Indonesia meyakini bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Sertifikasi B Corp sendiri merupakan pengakuan bagi perusahaan yang memenuhi standar tinggi dalam aspek tata kelola, kesejahteraan karyawan, dampak terhadap masyarakat, pelestarian lingkungan, serta nilai yang diberikan kepada pelanggan.

Dalam sesi keynote, Pungkas Bahjuri Ali, Head of National SDGs Secretariat sekaligus Deputi Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian PPN/Bappenas, menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). SDGs telah menjadi bagian dari arah pembangunan Indonesia melalui RPJPN, RPJMN, Asta Cita, dan visi Indonesia Emas 2045.

Implementasinya berlandaskan empat prinsip utama: universal, terintegrasi, No One Left Behind, dan kolaborasi yang kuat. Yang terpenting, pencapaian satu tujuan SDGs tidak boleh menghambat tujuan lainnya, tetapi harus saling mendukung agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh," ujar Pungkas Bahjuri dalam keterangan resminya, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan SDGs tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak inisiatif yang kita jalankan, tetapi oleh seberapa kuat kita mengubah cara pembangunan bekerja. SDGs akan tercapai apabila pemerintah, dunia usaha, filantropi, akademisi, masyarakat sipil, dan media bergerak bersama dalam satu arah: menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola.

"Forum ini diharapkan dapat memperkuat komitmen kita untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan kebaikan, B Corp sebagai inspirasi perubahan, dan SDGs sebagai bahasa bersama untuk membangun Indonesia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045,” kata Pungkas.

Sementara itu, Prof. Christopher Marquis, Professor at University of Cambridge, mengemukakan argumennya bahwa B Corp adalah inisiatif bisnis paling berdampak.

“Setelah berkarier dan mengajar di berbagai institusi terkemuka dunia, termasuk Harvard University dan University of Cambridge, saya pernah ditanya mengenai inisiatif bisnis paling berdampak. Jawaban saya selalu adalah gerakan B Corp," ucapnya.

Prof. Christopher menyampaikan, saat itu, kebanyakan orang bahkan belum mengetahui apa itu B Corp. Ini yang menjadi alasan untuk terus mempelajari serta menulis tentang topik ini, adalah B Corp yang menawarkan cara pandang yang benar-benar berbeda terhadap sistem ekonomi secara keseluruhan, sekaligus menyediakan seperangkat alat untuk mewujudkan perubahan tersebut. Salah satunya adalah B Impact Assessment yang membantu perusahaan mengukur dan meningkatkan dampaknya.

"Selain itu, B Corp juga membangun sebuah komunitas tempat perusahaan saling terhubung, belajar, dan bertumbuh bersama. Pada akhirnya, dampak yang dihasilkan menjadi jauh lebih besar daripada jika setiap perusahaan bergerak sendiri-sendiri,” ujarnya.

Bart Houlahan, Board Member and Co-Founder of B Lab, menambahkan bahwa gerakan B Corp merupakan upaya kolektif untuk mendorong transformasi sistem ekonomi global. B Corp sejatinya bukan tentang sertifikasinya, melainkan sebuah tonggak yang menunjukkan posisi perusahaan saat ini, sementara tujuan utamanya adalah membangun komitmen untuk terus bertumbuh dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Berbagai tantangan yang kita hadapi, mulai dari perubahan iklim hingga kesenjangan sosial, tidak dapat diselesaikan oleh satu perusahaan saja. Karena itu, gerakan B Corp mendorong perusahaan untuk saling belajar, berkolaborasi, dan bersama-sama terus meningkatkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab. Ketika perusahaan bekerja bersama dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam setiap aspek operasionalnya, saat itulah kita dapat menciptakan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, komunitas, serta lingkungan,” kata Bart.

Dalam sesi panel diskusi, Shinta W. Kamdani, Chairwoman APINDO, menyampaikan bahwa praktik bisnis berkelanjutan kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia. “Keberlanjutan bukan lagi sekadar komitmen, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis yang menentukan daya saing perusahaan. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk mempercepat adopsi praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Shinta.

Laurent Boissier, CEO Danone Indonesia, mengatakan bahwa bagi pihaknya, sertifikasi B Corp bukanlah tujuan akhir, melainkan komitmen untuk terus menciptakan dampak positif melalui setiap aspek bisnis perusahaan. Menjadi B Corp berarti memastikan bahwa setiap keputusan bisnis yang dimbil memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan.

"Melalui Danone Impact Journey, kami terus mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam seluruh rantai nilai, mulai dari menghadirkan produk bernutrisi, menjaga sumber daya air, mempercepat ekonomi sirkular melalui pengelolaan kemasan pascakonsumsi, hingga memberdayakan petani, mitra, dan komunitas lokal. Kami percaya bahwa tantangan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan sendiri. Karena itu, kami berharap forum ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menginspirasi semakin banyak perusahaan untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan yang membawa perubahan positif bagi Indonesia,” kata Laurent.

Melalui penyelenggaraan Site Visit Asia B Corp Summit 2026, Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder Indonesia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat akan semakin kuat dalam mendorong transformasi menuju sistem ekonomi yang lebih inklusif, berketahanan, dan berkelanjutan, sejalan dengan pencapaian target SDGs Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....